Tegas dan Rasional

Rayakan HPN, GM PLN Babel Sapa Pelanggan via Webinar

0 330
General Manager PLN Babel, Abdul Mukhlis dan jajaran Manajemen saat melakukan webinar dengan pelanggan

TerabasNews – Pangkalpinang (04/09) -Rayakan hari pelanggan nasional (HPN) General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) menyapa pelanggan melalui webinar. Acara bertema let’s optimize the ability in new normal itu dihadiri oleh 117 pelanggan di Bangka dan Belitung.

“Kami bertekad untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan sekalian. Kami terus memperbaiki diri dari tahun ke tahun. Bahkan selama pandemi covid-19 PLN tetap siaga menjaga keandalan pasokan listrik dan menyalurkan berbagai stimulus covid-19” ungkap General Manager PLN Babel, Abdul Mukhlis.

Pada kesempatan itu, Mukhlis juga mendengarkan suara pelanggan sebagai masukan dalam menyusun program upaya perbaikan layanan kepada pelanggan.

Beberapa pelanggan menyampaikan testimoninya atas layanan yang diberikan PLN Babel selama ini.

Agus Budianto, salah seorang pelanggan yang beralih menggunakan layanan PLN mengaku lebih hemat dibandung sebelumnya saat menggunakan sumber listrik sendiri untuk keperluan usahanya.

“Setelah beralih menggunakan layanan PLN kami merasakan adanya penghematan, sebelumnya untuk satu titik kantor kami memerlukan biaya sebesar Rp. 27 juta per bulan, kini jauh lebih hemat dari nilai tersebut” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan prioritas PLN, Tabrani mengaku begitu terbantu atas layanan yang diberikan PLN dalam mendukung usaha tambak udang miliknya.

“Sebagai pemula di bisnis tambak udang ini saya merasa terbantu atas layanan PLN, sehingga dalam dua kali panen bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar” terang Tabrani.

Lebih dari itu, khusus dalam rangka hari pelanggan nasional ini, PLN memberikan keringanan Biaya Penyambungan (BP) Tambah Daya sebesar 75% untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menegah (IKM) dengan mengeluarkan Program “Super Merdeka UMKM / IKM”. Layanan ini berlaku sejak 4 September 2020 hingga 3 Oktober 2020.

Program ini memberikan keringanan bagi pelanggan golongan tarif Bisnis dan Industri tegangan rendah mulai dari daya 450 VA sampai dengan daya 13.200 VA dengan pilihan daya akhir sampai dengan daya 16.500 VA.

“Ini sebagai wujud PLN hadir ditengah masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan IKM. Hal ini dilakukan untuk memberikan keringanan biaya tambah daya yang SUPER ekonomis demi membantu dalam meningkatkan produktivitas UMKM dan IKM ditengah pandemi” Ungkap Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan Bob Saril.

Mengingat UMKM/IKM adalah backbone kegiatan ekonomi pada saat ini, layanan Super Merdeka merupakan kepekaan PLN kepada pelanggan UMKM/IKM yang membutuhkan listrik untuk kegiatan bisnisnya.

“Kami ingin memberikan ruang lebih besar kepada para pelanggan UMKM/IKM dari Sabang sampai Merauke untuk bisa meningkatkan bisnisnya dengan layanan yang super murah ini” Tambah Bob.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati promo “Super Merdeka UMKM / IKM” dapat menghubungi PLN melalui Contact Center PLN 123, yang dapat diakses melalui ponsel (kode area+123), telepon 123, e-mail pln123@pln.co.id, Twitter @pln_123, Facebook PLN 123, Instagram @pln123_official, website www.pln.co.id, aplikasi PLN MOBILE, serta melalui Kantor Unit Layanan Pelanggan PLN terdekat.

Tidak hanya mengeluarkan Layanan Super Merdeka UMKM/IKM, dihari special bagi pelanggan ini, PLN juga mengadakan sejumlah kegiatan diantaranya Webinar Listrik dan Produktivitas Usaha Tani serta Webinar Kompor induksi dan Launching Kampung Listrik.

Dalam kesempatan Webinar ini, PLN juga meluncurkan layanan Electrifying Agriculture. Layanan yang awalnya lahir di Jawa Timur ini menghadirkan kemudahkan akses listrik bagi pelaku usaha sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Penggunaan listrik di khususnya pada pompanisasi sawah, penggilingan padi, budi daya buah naga, pengusir hama, pembibitan ikan, ternak dan lainnya. (Hend)

Leave A Reply

Your email address will not be published.