UBB Luncurkan Platform Digital Wisata Namang, Dorong Transformasi Digital Desa Wisata Bangka Tengah
TerabasNews, NAMANG — Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) meluncurkan program digitalisasi pariwisata Desa Wisata Namang, Kabupaten Bangka Tengah, sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) Tahun 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan promosi dan tata kelola potensi wisata daerah agar lebih terstruktur dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Tim Pengabdi UBB, Dini Wulansari, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis mengingat selama ini promosi destinasi wisata di Namang masih sangat bergantung pada unggahan pribadi wisatawan. Oleh karena itu, diperlukan platform informasi yang lebih terstruktur untuk menghimpun berbagai daya tarik wisata yang dimiliki desa tersebut.
“Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat promosi dan tata kelola potensi wisata yang dimiliki Desa Namang,” ujar Dini saat kegiatan pendampingan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026).
Desa Namang memiliki beragam potensi wisata berbasis lingkungan dan agrowisata, meliputi Hutan Pelawan, hamparan sawah, kuliner khas, homestay, serta produk unggulan masyarakat. Namun, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan data wisata, infrastruktur pendukung, serta promosi digital.
Menjawab tantangan tersebut, tim UBB memberikan pendampingan kepada perangkat Pemerintah Desa Namang serta pengurus dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Materi penggalian dan pengembangan potensi wisata disampaikan oleh Dr. Diana Anggraeni, M.Hum., sedangkan materi Sistem Informasi Wisata Desa Namang disampaikan oleh Ir. Ghiri Basuki Putra, S.T., M.T.
Sebagai hasil dari kegiatan tersebut, UBB meluncurkan situs resmi www.wisatanamang.info, sebuah platform digital yang menyajikan informasi lengkap mengenai Hutan Pelawan, wisata sawah, kuliner, homestay, fasilitas, paket wisata, serta peta interaktif dan aplikasi Android. Informasi disajikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris guna memperluas jangkauan promosi hingga ke mancanegara.
Dini menegaskan bahwa sistem ini akan terus dikembangkan dan disesuaikan dengan masukan dari pemerintah desa dan Pokdarwis. Tujuan utamanya bukan hanya menyediakan sarana teknologi, tetapi juga membangun kemampuan sumber daya manusia lokal agar mampu mengelola data dan konten wisata secara mandiri.
“Transformasi digital ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Desa Wisata Namang, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga membuka peluang untuk dikenal di tingkat internasional,” pungkasnya. (**)