Tim Turtle_Gengss UBB Dapat Prestasi di KMI Expo 2026 Lewat Inovasi Budidaya Mencit Ramah Lingkungan
TerabasNews, PURWOKERTO — Tim Turtle_Gengss dari Universitas Bangka Belitung (UBB) berhasil meraih predikat Harapan 2 pada kategori Budidaya Tahapan Bertumbuh dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Prestasi ini menjadi capaian pertama bagi UBB dalam kompetisi kewirausahaan bergengsi tingkat nasional tersebut, di mana tim bersaing dengan peserta dari 216 perguruan tinggi se-Indonesia.
Kemenangan ini diraih berkat inovasi bertajuk “Inovasi Budidaya Mencit Sistem Rak Bersusun dengan Media Pasir Anti Bau dan Pemanfaatan Limbah Perikanan untuk Mewujudkan SDGs 12.” Inovasi ini mengusung konsep pameran bertema “The Jungle Mencit Bangka”, yang memperkenalkan budidaya mencit (tikus putih) untuk kebutuhan laboratorium penelitian sekaligus pakan hewan predator, dengan pendekatan yang ramah lingkungan.
Ketua tim, Muhammad Faiq Elfaruq (Program Studi Akuakultur), didampingi anggota Intan Ramadani (Ekonomi), Aidil Adha, dan Salsya Auliya Nabila (Agribisnis), serta dosen pendamping Dr. Ardiansyah Kurniawan, menjelaskan bahwa inovasi ini menggabungkan tiga keunggulan utama: sistem rak bersusun untuk efisiensi ruang, media pasir yang mengurangi bau, serta pemanfaatan limbah perikanan sebagai pakan. Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Selama kompetisi berlangsung, tim tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai proses budidaya, strategi pemasaran, hingga rencana pengembangan usaha kepada dewan juri.
Dr. Ardiansyah Kurniawan menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa UBB lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi lebih tinggi lagi di kesempatan mendatang,” ujarnya.
Keikutsertaan tim ini mendapat dukungan penuh dari UPA PKK, BAKK, dan Rektor Universitas Bangka Belitung. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan solusi yang bernilai ekonomi sekaligus berdampak positif bagi lingkungan. Tim berharap inovasi ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.