Disnaker Pangkalpinang Gelar Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi, Siapkan Tenaga Kerja Berkualitas dan Bersertifikat
TerabasNews, PANGKALPINANG — Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang menyelenggarakan program pelatihan kerja berbasis unit kompetensi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal. Kegiatan resmi dibuka oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota, pada Kamis (8/10/2026).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, menyampaikan bahwa program ini dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaannya mengacu pada dua payung hukum utama, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi, serta Peraturan Wali Kota Pangkalpinang Nomor 6 Tahun 2026 tentang APBD-P Tahun Anggaran 2026.
“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi kerja masyarakat dalam memanfaatkan peluang kerja maupun berwirausaha, serta menjembatani pencari kerja dengan instruktur berpengalaman yang memiliki sertifikat kompetensi resmi,” ujar Amrah.
Minat masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi, tercatat sebanyak 80 orang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara, sebanyak 55 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan yang terbagi ke dalam tiga kejuruan: Junior Makeup Artist (20 orang), Pemasaran Digital (20 orang), dan Pengolahan Kopi / Coffee Roasting (15 orang).
Pelatihan berlangsung dari tanggal 7 hingga 28 Oktober 2026 dengan menghadirkan instruktur yang kompeten dan bersertifikat di bidangnya masing-masing. Kelas Junior MUA bekerja sama dengan Lembaga Kursus Astari, kelas Digital Marketing bermitra dengan LPK Atma Luhur, dan kelas Coffee Roasting didukung oleh Opus Coffee Roastery.
Sebagai puncak kegiatan, sebanyak 36 peserta terbaik akan mengikuti Uji Kompetensi pada tanggal 3–4 November 2026 untuk memperoleh sertifikat keahlian berstandar nasional melalui lembaga sertifikasi profesi yang bekerja sama.
“Dukungan anggaran penuh dari APBD-P diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pangkalpinang, sehingga masyarakat lebih siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha mandiri,” pungkas Amrah. (**)