Ditlantas Polda Babel Gelar Safety Riding bagi Pengemudi Ojek Online, Dorong Keselamatan dan Teknik Berkendara Aman
TerabasNews, PANGKALPINANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan safety riding atau keterampilan berkendara aman yang ditujukan khusus bagi para pengemudi ojek online. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip keselamatan berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kepulauan Bangka Belitung. Acara berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Lalu Lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Komisaris Besar Polisi Ari Mujiono, menyampaikan bahwa keberadaan pengemudi ojek online menempati posisi sebagai garda terdepan dalam sistem keselamatan berlalu lintas. Hal ini mengingat peran mereka yang sangat penting dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan aktivitas masyarakat sehari-hari, baik untuk keperluan pengantaran penumpang maupun barang.
“Pengemudi ojek online secara tidak disadari telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari mengantar orang hingga mengantarkan barang kebutuhan. Karena memiliki peran yang sangat vital tersebut, mereka wajib memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan berlalu lintas dengan baik dan benar,” ujar Ari Mujiono saat menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, dalam rangkaian kegiatan ini para peserta dibekali dengan berbagai materi penting dan bermanfaat. Materi yang disampaikan meliputi teknik berkendara aman dan terampil, pengenalan layanan serta mekanisme pelaporan kecelakaan yang disediakan oleh Jasa Raharja, hingga pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, pembekalan keterampilan tersebut bertujuan agar para pengemudi ojek online memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan awal yang tepat apabila menemukan atau terlibat dalam kejadian kecelakaan di lapangan. Hal ini sangat diperlukan sebelum korban mendapatkan penanganan medis atau bantuan lebih lanjut dari pihak berwenang.
“Dengan bekal materi yang telah diberikan, para pengemudi ojek online diharapkan mampu melakukan penanganan awal secara langsung ketika terjadi kecelakaan. Tujuannya agar korban segera mendapatkan pertolongan dan kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk atau parah akibat keterlambatan penanganan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk kompetisi atau lomba. Peserta yang berpartisipasi sebanyak kurang lebih 60 orang merupakan perwakilan terbaik yang telah diseleksi dan dinilai memiliki pemahaman yang baik terkait peraturan lalu lintas serta tata cara berkendara yang aman, tertib, dan terampil.
“Peserta yang hadir sekitar 60 orang yang merupakan perwakilan. Mereka dipilih dan dikirim karena dinilai telah memahami aturan serta tata cara berkendara yang baik dan aman,” katanya.
Selain bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan keselamatan berkendara, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran tugas para pengemudi ojek online dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal ini mencakup jaminan keamanan dan keselamatan baik bagi penumpang maupun barang yang diantarkan hingga sampai ke tujuan dengan selamat. (**)