Dindik Pangkalpinang Gelar Pagelaran Dambus Pelajar, Lestarikan Musik Tradisional Bangka
Terabasnews, Pangkalpinang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menggelar Pagelaran Dambus Pelajar SMP 2026 di Taman Wilhelmina, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelajar untuk menampilkan hasil pembelajaran dari Program Dambus Masuk Sekolah sekaligus mengenalkan kembali musik tradisional Bangka kepada generasi muda.
Pagelaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang. Pelajar SMP dari sejumlah sekolah di kota itu akan memainkan Dambus, alat musik petik khas Melayu Bangka.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan Program Dambus Masuk Sekolah bertujuan mengenalkan kesenian daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan pelajar terhadap budaya lokal.
“Kami ingin Dambus kembali hidup dari sekolah. Anak-anak tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga memahami dan bangga terhadap budaya daerahnya. Pagelaran ini menjadi bukti hasil Program Dambus Masuk Sekolah,” ujar Darwin, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Melalui program tersebut, pelajar tidak hanya mendapatkan pengenalan tentang Dambus, tetapi juga kesempatan mempelajari dan menampilkan kesenian itu di hadapan masyarakat.
Selain penampilan pelajar, kegiatan ini juga menghadirkan Pagelaran Dambus 4 Generasi. Acara tersebut mempertemukan generasi muda dengan para pelaku seni yang selama ini turut menjaga keberadaan musik Dambus.
Sejumlah kelompok dan seniman yang dijadwalkan tampil di antaranya Sanggar Rampai Bunyi, BTD Pedapuran, Mak Cikar, dan Grup Rentak Dambus.
“Pagelaran lintas generasi ini menjadi jembatan antara pelajar dengan para pelaku seni Dambus. Kami juga memberikan penghargaan kepada musisi yang selama ini menjaga Dambus tetap hidup,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan santunan kepada musisi Dambus yang dinilai telah berkontribusi dalam mempertahankan kesenian tradisional tersebut.
Dalam pagelaran ini, sebanyak 11 sekolah percontohan Program MKDS 2026 turut ambil bagian. Sekolah tersebut terdiri dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10, SMP Budi Mulia, dan SMP Muhammadiyah.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu ditargetkan menarik ribuan masyarakat untuk menyaksikan penampilan para pelajar dan seniman Dambus.
Darwin berharap Taman Wilhelmina tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati kembali kesenian daerah.
“Kami ingin Wilhelmina Park menjadi ruang budaya yang hidup. Dari sekolah, anak-anak belajar, kemudian tampil dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat,” tuturnya.
Pagelaran Dambus Pelajar SMP 2026 tersebut turut didukung BAZNAS, Bank Sumsel Babel Syariah, serta sejumlah sponsor daerah.