TerabasNews, PANGKALPINANG — Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Arnadi mendesak pemerintah segera ambil langkah penyelamatan terhadap 69 pekerja asal Bangka Belitung, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Negara Myanmar.
Apalagi kata Arnadi, 30 orang diantaranya merupakan warga Pangkalpinang, yang diduga menjadi korban penipuan perekrutan kerja di negara tersebut.
“Kami minta agar pemerintah proaktif berkoordinasi dengan pihak terkait seperti gugus tugas TPPO, tidak menunggu agar ada kejelasan nasib mereka,”ucap Arnadi Rabu, (5/2/2025).
Arnadi menekankan, pemerintah harus memastikan korban mendapatkan perlindungan yang tepat dan juga berkoordinasi dengan kedutaan atau konsulat negara Myanmar.
“Kami juga meminta pemerintah berkoordinasi dengan keluarga yang di pangkalpinang agar keluarga mendapatkan ketenangan dan kepastian terhadap kondisi mereka,’ujarnya.
Arnadi juga meminta, ke depan pemerintah daerah khususnya Disnaker dan Imigrasi, untuk senantiasa melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya TPPO di Babel.
“Ini pelajaran penting bagi pemerintah kota khususnya disnaker. Pengawasan mesti lebih ketat di lakukan dan regulasinya harus jelas agar tidak terjadi penyimpangan seperti TPPO ini di kemudian hari,”ujarnya. (**)
TerabasNews, PANGKALPINANG – Pesta demokrasi warga kembali digelar dalam rangka menjalankan Peraturan Wali Kota Pangkalpinang…
TerabasNews, BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar rapat…
TerabasNews, Pangkalpinang, 6 April 2026 — HUB UMK Bangka Belitung memperkuat sinergi dengan BPBD Provinsi…
TerabasNews, Bangka Selatan - Personil Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil menangkap seorang pemuda…
TerabasNews, Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung melimpahkan (tahap II) dua tersangka perkara insiden tambang Pondi…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas pemuda…