Categories: Opini

TikTok dan Budaya Konsumerisme Generasi Z di Era Digital

Nama: Dhyandra Zhafirah Alzena
NIM: 5122511009
Program Studi: Ilmu Politik
Mata Kuliah: Penulisan dan Publikasi Ilmiah
Dosen Pengampu: Ririn Septia, S.ST., M.Ikom.

Artikel ini membahas pengaruh TikTok terhadap budaya konsumerisme di kalangan Generasi Z. TikTok, melalui fitur FYP, konten viral, promosi produk, dan influencer, dinilai mampu membentuk pola konsumsi serta gaya hidup penggunanya. Paparan tren digital yang terus-menerus mendorong banyak pengguna untuk membeli barang demi mengikuti tren dan memperoleh validasi sosial.

Penulis menjelaskan bahwa konsumerisme merupakan perilaku membeli atau menggunakan barang secara berlebihan tanpa mempertimbangkan nilai guna. Salah satu contohnya adalah fenomena fast fashion yang banyak dipromosikan melalui konten “racun TikTok”. Kemudahan akses terhadap tren mode terbaru membuat banyak orang membeli produk hanya untuk mengikuti perkembangan tren yang sedang populer.

Selain itu, sistem affiliate marketing TikTok memberikan peluang bagi influencer untuk memperoleh keuntungan dari penjualan produk. Konten promosi yang menarik sering kali memicu perilaku Fear of Missing Out (FOMO), sehingga pengguna terdorong membeli barang yang sedang viral meskipun tidak benar-benar membutuhkannya.

Artikel ini juga menyoroti dampak konsumerisme, seperti perilaku boros, meningkatnya gaya hidup hedonis, kesenjangan sosial, berkurangnya solidaritas masyarakat, serta bertambahnya limbah tekstil akibat konsumsi yang berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran individu untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memilih konten yang dikonsumsi.

Pada bagian akhir, penulis mengaitkan fenomena tersebut dengan teori naratif, yang menjelaskan bahwa manusia cenderung mudah dipengaruhi oleh cerita dan pengalaman yang menarik. Konten TikTok tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membangun narasi bahwa produk tertentu dapat meningkatkan gaya hidup, kepercayaan diri, dan status sosial. Karena itu, literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sangat penting agar Generasi Z mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta menggunakan teknologi secara lebih bertanggung jawab.

Daftar Pustaka: Nikita (2023), Sisma (2023), Sarah (2025), dan Zahra (2024).

TerabasNews

Recent Posts

Jaga Ekonomi dan Kondusivitas Belitung Timur, Fezzi Dorong Regulasi Tata Kelola Timah Dipercepat

TerabasNews, BELITUNG TIMUR — Dinamika pertambangan timah di Belitung Timur diharapkan tidak mengganggu kondusivitas wilayah…

2 days ago

<em>Tim URC Polda Babel Gelar Patroli Di Pangkalpinang, Bubarkan Remaja Nongkrong Hingga Tengah Malam</em>

TerabasNews - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Bangka Belitung menggelar patroli rutin. Patroli dilakukan…

2 days ago

Ketua DPRD Pangkalpinang Bantah Ada Imbalan Usai Kejari Hentikan Kasus SPPD Anggota Dewan‎

‎TerabasNews, Pangkalpinang , — Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri (Kejari)…

2 days ago

<em>PT PLN Apresiasi PT MSP Konsisten Pakai Energi Hijau, Harwendro: Transisi Energi untuk Bangka Belitung</em>

TerabasNews, BANGKA -- PT PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung mengapresiasi PT Mitra Stania Prima…

2 days ago

Dorong Ekonomi Desa, PT TIMAH Sosialisasikan Kemitraan dengan Koperasi Merah Putih dan Koperasi Pertambangan

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk terus membuka ruang kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

2 days ago

Bawaslu Babel Luncurkan “Bawaslu Membelajarkan Volume 2”, Perkuat Pemahaman Masyarakat Kawal Proses Pemilu

TerabasNews, PANGKALPINANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadirkan program edukasi Bawaslu…

2 days ago