Wali Kota Pangkalpinang: Job Fair Jembatan Penyerapan Tenaga Kerja dan Pemetaan Kebutuhan Dunia Industri
TerabasNews, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Tenaga Kerja menyelenggarakan kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyaluran tenaga kerja, tetapi juga menjadi sarana pemetaan langsung kebutuhan dunia usaha dan industri di daerah.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menjelaskan bahwa kehadiran Job Fair memungkinkan pemerintah daerah memahami secara langsung kompetensi dan keahlian apa saja yang paling dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga pelatihan kerja dapat disesuaikan agar lebih relevan.
“Dengan adanya Job Fair ini kita juga bisa melihat apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Sehingga, kita bisa menyiapkan tenaga kerjanya,” ujar Saparudin di Pangkalpinang pada Rabu.
Saparudin memberikan contoh konkret dari mekanisme kerja sama tersebut. Ketika perusahaan menyampaikan kebutuhan tenaga operator derek (crane), Disnaker langsung berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja untuk menyusun program pelatihan yang sesuai.
“Tadi disampaikan perusahaan butuh operator crane, artinya kita sudah sampaikan ke balai latihan kerja. Ada nggak pelatihan operator crane? Ada katanya. Jadi kita laksanakan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Job Fair tahun ini diikuti oleh perusahaan dari beragam sektor, antara lain perhotelan dan pariwisata, perkapalan dan pelayaran, industri pengolahan makanan, perdagangan ritel, pendidikan, serta sektor perbankan. Lowongan yang tersedia mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan hingga perguruan tinggi.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Saparudin menyampaikan apresiasinya terhadap perusahaan yang telah membuka akses kesempatan kerja bagi kelompok tersebut, sekaligus berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang mengikuti langkah tersebut.
“Beberapa perusahaan tadi menyampaikan bahwa mereka juga menerima dari disabilitas. Harapan kita kepada perusahaan-perusahaan, terutama yang ada di Pangkalpinang, bisa menerima lulusan-lulusan pencari kerja dari kalangan disabilitas,” pesannya.
Melalui sinergi antara penempatan kerja dan penyesuaian pelatihan terhadap kebutuhan industri, Pemkot Pangkalpinang berharap tingkat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja semakin meningkat dan pengangguran dapat terus ditekan. (**)