Tegas dan Rasional

Pemkab Bangka Tengah dan PIP Luncurkan Program Desa Devisa, Lada Putih Siap Tembus Pasar Belanda

0 272

TerabasNews, NAMANG — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan berorientasi ekspor, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkab Bangka Tengah dan Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP), serta seremoni penetapan dan penguatan Desa Devisa di Gedung Serba Guna Kecamatan Namang, Sabtu (26/9/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat akses pembiayaan sekaligus pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyambut baik kerja sama tersebut. Untuk pertama kalinya, lada putih dari daerah ini resmi diluncurkan sebagai komoditas unggulan Desa Devisa dan siap dipasarkan ke pasar global, salah satunya ke Belanda.

“Alhamdulillah, kali ini kita menandatangani Nota Kesepakatan dengan PIP. Untuk pertama kalinya, kita juga meluncurkan komoditas lada sebagai Desa Devisa. Salah satu produknya adalah lada putih yang hari ini kita lepas untuk dipasarkan ke pasar global,” ujar Algafry.

Program Desa Devisa menyiapkan tiga komoditas unggulan utama, yaitu lada putih, lidi nipah, dan produk olahan ikan, yang dikembangkan di 10 desa di Bangka Tengah sesuai potensi masing-masing wilayah. Kesepuluh desa tersebut adalah Desa Sungkap, Keretak Atas, Namang, Kurau Barat, Kebintik, Benteng, Sungaiselan, Kurau, Air Mesu, dan Air Mesu Timur.

“Selain lada putih, kita ada lidi nipah dan produk olahan ikan. Jadi tiga komoditas ini memang sudah ingin kita siapkan. Ada 10 Desa Devisa di Bangka Tengah. Contohnya, Desa Kurau untuk olahan ikan, Pangkalraya untuk lidi nipah, dan Sungkap untuk komoditas lada,” jelas Algafry.

Direktur Utama PIP Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Ismed Saputra, menjelaskan peran PIP dalam program ini adalah menyediakan akses pembiayaan dana bergulir melalui lembaga keuangan mikro, koperasi, maupun Badan Usaha Milik Desa. Selain pembiayaan, PIP juga berkolaborasi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam aspek pemberdayaan, termasuk pendampingan standarisasi produk untuk kebutuhan ekspor.

“Pemberdayaan ini kita kolaborasi juga dengan LPEI. Nanti masyarakat belajar terkait bagaimana standarisasi produk untuk sasaran ekspor,” kata Ismed.

Program ini juga disambut positif oleh para petani. Mintarya, Ketua Gapoktan Latih Asri Desa Sungkap yang membina 17 kelompok tani di lahan seluas sekitar 50 hektare dengan produksi 10–15 ton lada per tahun, berharap program ini dapat mengangkat kembali kejayaan lada Sungkap yang dikenal berkualitas unggul.

“Harapannya Desa Devisa ini bisa membuat lada Sungkap bisa kembali menjadi idola. Kita akan perbaiki dulu varietas bibitnya dan memperluas akses pemasaran,” ungkapnya.

Melalui sinergi Pemkab Bangka Tengah, PIP, LPEI, DJPb, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat, program Desa Devisa diharapkan dapat memperkuat rantai usaha dari produksi, pembiayaan, peningkatan kualitas, hingga pemasaran, sehingga komoditas unggulan Bangka Tengah semakin berdaya saing di pasar global.(**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.