Tegas dan Rasional

Perkembangan Harga Pangan Strategis di Bangka Belitung s.d. Pertengahan September 2026: Keterjangkauan Harga Daging Ayam Ras Perlu Dijaga

0 284

TerabasNews – Dalam beberapa pekan terakhir, harga daging ayam ras terus mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), diketahui bahwa rata-rata harga daging ayam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan September 2026 mencapai Rp49.354.

Kondisi ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata pada bulan Agustus 2026 sebesar Rp43.661 atau naik sebesar 13,04% (mtm). Bahkan kenaikan harga tersebut mencapai 23,39%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp40.000.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis bahwa inflasi pada bulan Agustus 2026 tercatat sebesar 3,94% (yoy). Salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga pada komoditas daging ayam.

Sumber:
Survei PIHPS, diolah

Kenaikan harga daging ayam ras tersebut ditengarai disebabkan a.l. oleh:

  1. Harga komoditas ikan laut yang cukup tinggi yang disebabkan oleh kondisi stok yang terbatas akibat cuaca ekstrem. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat beralih ke daging ayam ras dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein;
  2. Adanya gangguan produksi daging ayam ras yang turut berdampak terhadap pasokan daging ayam ras;
  3. Meningkatnya pemenuhan kebutuhan daging ayam ras pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka pelaksanaan Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG);
  4. Kecenderungan pelaku usaha untuk mempertahankan margin keuntungan sejalan dengan harga pembelian yang sudah tinggi; dan
  5. Peringatan acara keagamaan yang bersamaan waktunya.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu bergerak cepat untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas daging ayam ras yang masih berlanjut. Adapun langkah konkret yang dapat dilakukan a.l.:

  1. TPID berkolaborasi bersama Tim Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak dari sisi hulu yaitu mendatangi kandang-kandang Day Old Chick (DOC) dan peternak daging ayam ras mandiri maupun kemitraan berskala besar guna memastikan kendala riil di lapangan termasuk gangguan akibat penyakit/wabah.
  2. TPID berkolaborasi bersama Tim Satgas Pangan melakukan investigasi rantai nilai komoditas daging ayam ras dari sisi hulu ke hilir, antara lain dengan melakukan pemantauan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen, mendeteksi adanya potensi spekulasi oleh pedagang, serta melakukan inspeksi mendadak ke distributor untuk memeriksa indikasi penimbunan stok daging ayam ras baik segar maupun beku.
  3. TPID berkolaborasi bersama Tim Satgas Pangan memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan yang berasal dari luar daerah.
  4. TPID melakukan koordinasi bersama produsen dan instansi vertikal terkait dalam rangka identifikasi akar permasalahan dan mencari solusi dalam rangka peningkatan produksi ayam lokal di Bangka Belitung.
  5. TPID melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka mengantisipasi kenaikan lonjakan harga daging ayam ras sejalan dengan pemenuhan kebutuhan SPPG. Hal lain yang dapat dilakukan yakni mencari sumber alternatif protein hewani lainnya selain ayam ras sehingga dapat mengurangi permintaan daging ayam ras.

Sampai saat ini, Bank Indonesia terus mendukung upaya stabilisasi harga melalui implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Langkah konkret tersebut telah dilakukan oleh Bank Indonesia dengan memberikan fasilitasi terhadap pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM), mendukung TPID dalam perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan ketersediaan pasokan pangan, mendukung Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), antara lain fasilitasi pengiriman 7.000 kg daging ayam beku ke Belitung Timur, penguatan kompetensi anggota TPID dan klaster pangan melalui penyelenggaraan Capacity Building, serta komunikasi publik dalam rangka menjaga ekspektasi masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.