Tegas dan Rasional

Harga Daging Ayam Ras di Babel Naik 13,04%, TPID Siapkan Langkah Konkret Stabilisasi Harga

0 282

TerabasNews, PANGKALPINANG — Dalam beberapa pekan terakhir, harga daging ayam ras terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga daging ayam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan September 2026 mencapai Rp49.354.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata pada bulan Agustus 2026 sebesar Rp43.661 atau naik sebesar 13,04 persen (bulan ke bulan). Bahkan, kenaikan harga tersebut mencapai 23,39 persen jika dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp40.000.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis bahwa inflasi pada bulan Agustus 2026 tercatat sebesar 3,94 persen (tahun ke tahun), di mana salah satu penyebab utamanya adalah kenaikan harga komoditas daging ayam.

Kenaikan harga daging ayam ras ditengarai disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Harga ikan laut yang tinggi akibat stok terbatas karena cuaca ekstrem, sehingga masyarakat beralih ke daging ayam ras;
  • Gangguan produksi yang mempengaruhi pasokan daging ayam ras;
  • Meningkatnya kebutuhan daging ayam ras untuk Program Makan Bergizi Gratis;
  • Kecenderungan pelaku usaha mempertahankan margin keuntungan di tengah harga pembelian yang tinggi;
  • Bertepatannya dengan peringatan hari besar keagamaan.

Merespons kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta bergerak cepat dengan sejumlah langkah konkret:

1. Bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi ke peternak dan pemasok anak ayam untuk memastikan kendala riil di lapangan;
2. Melakukan investigasi rantai pasokan dari hulu ke hilir, memantau kesesuaian harga, serta mengawasi potensi penimbunan stok;
3. Memastikan kelancaran distribusi pangan dari luar daerah;
4. Berkoordinasi dengan produsen dan instansi terkait untuk meningkatkan produksi ayam lokal;
5. Berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mengantisipasi dampak permintaan program pemerintah serta mencari sumber protein alternatif guna menekan tekanan permintaan.

Sementara itu, Bank Indonesia terus mendukung stabilisasi harga melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), antara lain melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah, perluasan kerja sama antar daerah, fasilitasi distribusi pangan — termasuk pengiriman 7.000 kg daging ayam beku ke Belitung Timur — serta peningkatan kapasitas dan komunikasi publik guna menjaga ekspektasi masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.