Tegas dan Rasional

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bangka Selatan Gelar Shalat Istisqa Bersama

0 283

TerabasNews, TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Shalat Istisqa secara berjamaah di halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, Jumat (4/9/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Shalat Istisqa dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, unsur Forkopimda, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, Aparatur Sipil Negara, serta berbagai elemen masyarakat.

Usai pelaksanaan shalat, Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud permohonan kepada Allah SWT agar wilayah Bangka Selatan segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat.

“Yang melatarbelakangi kegiatan ini kita tahu sendiri, kondisi di seluruh Indonesia, begitu juga di Bangka Selatan. Namun dalam kepasrahan kita selaku umat, kita memohon kepada Allah agar Bangka Selatan ini segera diturunkan hujan yang berkah,” ujar Riza.

Beliau menegaskan bahwa kondisi cuaca dan alam yang semakin sulit diprediksi menjadi pengingat bagi manusia untuk meningkatkan keimanan serta kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Marilah kita berpasrah terkait alam ini kepada Allah SWT dengan banyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT,” ajaknya.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah antisipatif mengatasi dampak musim kemarau. Perangkat daerah terkait aktif memantau dan menjaga ketersediaan sumber air. Bersama Forkopimda dan aparat penegak hukum, pemerintah juga telah membangun sejumlah sumur bor di wilayah yang mengalami krisis air.

“Upaya dari pemerintah sudah dilakukan. Beberapa dinas terkait sudah bergerak, kemudian sumber air juga terus kita perhatikan. Dari Forkopimda dan APH ada beberapa sumur bor yang telah mereka lakukan,” jelasnya.

Meski ikhtiar telah dilakukan, Riza mengakui hasilnya belum sepenuhnya maksimal. Oleh karena itu, beliau mengajak masyarakat terus berusaha sekaligus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

“Ikhtiar kita sebagai manusia biasa itu sudah kita lakukan, nah untuk hasil belum maksimal. Maka untuk hasil, mari kita berpasrah dan memohon doa kepada Allah SWT,” tuturnya.

Bupati juga mengapresiasi kehadiran seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kebersamaan dalam berdoa merupakan bagian penting dari ikhtiar menghadapi kondisi alam.

“Kita selaku manusia biasa, tempat kita berserah diri terakhir kepada Yang Maha Kuasa. Makanya kita minta kepada rekan-rekan, dari masyarakat biasa sampai para pejabat untuk turut serta dalam salat ini, sehingga insyaallah doa-doa kita pagi ini akan diijabah oleh Allah SWT,” katanya.

Riza juga mengimbau masyarakat menggunakan air secukupnya dan tidak boros. Apabila menghadapi kendala terkait ketersediaan air, pemerintah siap mencari solusi bersama-sama.

“Pesan kepada masyarakat, mari kita saling mendoakan, gunakan air secukupnya. Kalau nanti ada keluhan, nanti kita coba bersolusi bersama-sama, karena situasi alam ini memang sangat susah ditebak,” pesannya.

Lebih dalam, Riza memaknai Shalat Istisqa bukan sekadar memohon hujan, melainkan momen introspeksi dan perbaikan diri.

“Mungkin Salat Istisqa ini sudah pernah kita lakukan lima tahun yang lalu, dan ini baru kita lakukan lagi. Artinya Allah sedang menguji kita selaku hamba-Nya agar ingat bahwa kita ini makhluk yang lemah dan segala urusan berada di tangan Allah SWT,” pungkasnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.