DLH Pangkalpinang Terima Bantuan Tempat Sampah Lima Warna dari BNI Cabang Pangkalpinang
TerabasNews, PANGKALPINANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang menerima bantuan tempat sampah terpilah lima warna dari BNI Cabang Pangkalpinang. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari partisipasi dunia usaha dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri sekaligus upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.
Kepala DLH Kota Pangkalpinang Fahrizal menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada BNI Cabang Pangkalpinang atas kepedulian dan dukungan nyata terhadap pengelolaan lingkungan di daerah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (3/9/2026).
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BNI Cabang Pangkalpinang yang sudah ikut berpartisipasi dalam rangka Gerakan Indonesia Asri dengan menyumbangkan tempat sampah lima warna untuk lima kategori,” ujar Fahrizal.
Fahrizal menjelaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumbernya merupakan langkah strategis dalam rantai pengelolaan sampah, dari hulu hingga hilir. Kebiasaan memilah sampah dinilai dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang harus dikirim dan ditimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga memperpanjang masa layana fasilitas pengolahan sampah tersebut.
“Ini menjadi edukasi juga buat masyarakat bahwa memilah sampah itu penting. Ini dalam rangka juga mengurangi tumpukan sampah kita di TPA,” tegasnya.
Tempat sampah bantuan ini dibedakan berdasarkan warna yang menunjukkan kategori jenis sampah, yaitu: warna kuning untuk sampah organik, merah untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), biru untuk kertas, karton, dan kardus, serta abu-abu untuk sampah residu seperti popok dan tisu. Sebelum ditempatkan di lokasi publik, seluruh unit tempat sampah akan dilengkapi dengan tulisan atau stiker petunjuk agar masyarakat lebih mudah memahami dan menerapkan pemilahan sampah sesuai jenisnya.
Rencananya, tempat sampah terpilah ini akan disebarkan dan ditempatkan di sejumlah fasilitas umum dan lokasi strategis di Kota Pangkalpinang. Keberadaannya diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat dalam membuang sampah sesuai kategori, tetapi juga mengurangi munculnya titik sampah liar di ruang publik serta memudahkan pengelolaan dan pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai daur ulang.
“Mudah-mudahan dengan adanya tempat-tempat seperti ini yang meminimalisir timbulnya sampah liar, ini bisa kita kelola dengan baik,” pungkas Fahrizal. (**)