Tegas dan Rasional

Bupati Algafri: Jangan Gunakan Api untuk Bersihkan Lahan di Musim Kemarau

0 283

TerabasNews, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama unsur terkait menggelar Apel Siaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Bangka Tengah pada Kamis (13/8/26) tersebut, dipimpin langsung Bupati Bangka Tengah Algafri Rahman dan dihadiri unsur Forkopimda serta instansi terkait.

Bupati Algafri mengatakan, apel siaga tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki siap dikerahkan apabila terjadi bencana, khususnya kekeringan dan kebakaran lahan.

“Alhamdulillah kita melaksanakan apel siaga dalam menghadapi terutama musim kemarau. Beberapa titik mitigasi sudah kita buat melalui BPBD, terutama daerah-daerah yang berpotensi menjadi pemicu terjadinya kekeringan maupun kebakaran,” ujar Algafri usai memimpin Apel Siaga.

Menurutnya, kondisi kemarau dengan tingkat kelembapan yang rendah membuat potensi kebakaran lahan harus diantisipasi secara serius. Karena itu, seluruh unsur terkait diminta mengaktifkan kembali potensi dan organ yang dimiliki agar dapat bergerak cepat ketika terjadi bencana.

“Kita harus mengaktifkan kembali semua potensi yang kita punya, termasuk organ-organ yang ada untuk segera kita berdayakan,” katanya.

Algafri juga mengungkapkan, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kebakaran lahan yang terjadi di Bangka Tengah, telah berdampak terhadap lahan dengan luasan sekitar 146 hektare.

Namun, ia menegaskan kebakaran tersebut tidak seluruhnya disebabkan oleh aktivitas manusia. Faktor alam dan kondisi lingkungan yang kering juga dapat memicu munculnya titik api.

“Memang sudah terdeteksi percikan-percikan, terutama masalah kebakaran hutan, kurang lebih 118 hektare. Tetapi semua itu bisa kita tanggulangi,” jelasnya.

Disebutkan Algafri, benda-benda tertentu seperti kaca maupun botol minuman yang berada di lahan terbuka juga berpotensi memantulkan sinar matahari dan memicu percikan api dalam kondisi tertentu.

Di sisi lain, lanjut Bupati Algafri, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membersihkan atau membuka lahan selama musim kemarau.

“Yang pertama, kita mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahan-lahan yang saat ini mengalami kekeringan dan tidak menggunakan api sebagai sarana untuk membersihkan lahan. Itu sangat terlarang,” tegasnya.

Selain itu, dirinya meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran, untuk membuka atau memperluas lahan karena tindakan tersebut dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Selain lahan, kewaspadaan juga harus ditingkatkan di lingkungan rumah. Menurut Algafri, kondisi kelembapan yang rendah membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kelalaian.

“Di rumah pun harus waspada karena kondisi alam saat ini, kelembapan kita sangat rendah. Tentu kita khawatir dengan kebakaran yang terjadi,” ujarnya.

Tak hanya mengantisipasi kebakaran, Bupati juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Pasalnya, meningkatnya konsumsi air berpotensi mengurangi debit sumber air dan berdampak terhadap ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Dengan kondisi yang saat ini kering, kita mohon kepada masyarakat untuk menghemat pemanfaatan air. Penggunaan air yang berlebihan akan mengurangi debitnya dan pemasok air kita juga berkurang,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.