Tegas dan Rasional

BRIN Rencanakan Pendirian Pabrik Pengolahan Titanium, Pemkot Pangkalpinang Tawarkan Lahan di Kawasan Industri Ketapang

0 288

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menyambut baik rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendirikan pabrik pengolahan titanium di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, usai menerima audiensi Tim Pusat Riset Metalurgi BRIN di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna. Dalam paparannya, tim BRIN memaparkan keberhasilan pengembangan teknologi hilirisasi mineral lokal, serta kesiapan untuk meningkatkan skala penelitian dari tahap laboratorium menuju penerapan industri secara massal.

“Jadi mereka audiensi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang terkait rencana BRIN dari sub bidang metalurgi yang mau melakukan riset terhadap mineral di Bangka Belitung, khususnya ilmenit. Mereka sudah punya hasil riset untuk mengubah ilmenit menjadi titanium,” jelas Saparudin.

Menanggapi peluang strategis tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang menawarkan lahan potensial yang berada di Kawasan Industri Ketapang sebagai lokasi pendirian pabrik.

“Kita dari pemerintah kota menawarkan di kawasan peruntukan industri kita. Untuk rencana mendirikan pabrik itu, kita tawarkan di Kawasan Industri Ketapang. Jadi itu saja sebetulnya, mereka sedang melakukan implementasi dari hasil-hasil riset mereka untuk mineral ilmenit yang ada di Bangka Belitung. Mudah-mudahan saja bisa berhasil,” lanjutnya.

Saparudin mengungkapkan bahwa saat ini rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan awal dan belum membahas jadwal rinci pelaksanaan. Meski demikian, Pemkot Pangkalpinang berkomitmen penuh untuk mengawal proses perizinan serta memfasilitasi investasi ini agar berjalan lancar.

“Kalau penjadwalan sih belum ada, tapi ini baru pertemuan awal. Jadi mereka izin masuk, ketuk pintu lah istilahnya. Kita sambut baik karena sesuai dengan program dari pemerintah, mineral-mineral ini harusnya memang dilakukan proses-proses hilirisasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, Bangka Belitung memiliki kekayaan komoditas mineral berharga seperti timah, zirkon, ilmenit, silika, hingga logam tanah jarang yang potensinya belum tergarap secara optimal di sektor hilir. Saparudin menegaskan pentingnya menempatkan fasilitas pengolahan di daerah asal sumber daya, agar dampak ekonomi dapat dirasakan langsung dan maksimal oleh masyarakat setempat.

“Kami tentunya sebagai pemerintah daerah mengharapkan bahwa proses hilirisasi pabriknya itu berada di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang. Tentunya kalau pabriknya ada di sini, kita berharap tenaga kerjanya bisa dari tenaga kerja lokal Pangkalpinang,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.