Tegas dan Rasional

Pemkab Bangka Selatan Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah Ke-xxx, Wujudkan Asta Cita

0 285

Toboali – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, pada Senin (27/04/2026).

Upacara yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangka Selatan.

Dalam kesempatan ini, Bupati Riza Herdavid membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, dan seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia.

“Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” ujar Riza Herdavid.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan nasional. Tema peringatan tahun ini menekankan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat sinkronisasi kebijakan untuk mewujudkan visi nasional.

“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riza memaparkan sejumlah fokus strategis nasional yang menjadi prioritas, antara lain penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hilirisasi industri, serta reformasi birokrasi berbasis digital. Selain itu, penguatan kapasitas fiskal daerah, kolaborasi antarwilayah, dan pengentasan ketimpangan juga menjadi perhatian utama.

“Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.