Tegas dan Rasional

Dorong Kemandirian Pangan, Pemkab Bangka Selatan Gelar Rakor Pengelolaan RMP Batu Betumpang

0 254

TerabasNews, BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar rapat koordinasi terkait pengelolaan Rice Milling Plant (RMP) Desa Batu Betumpang. Kegiatan berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, pada Kamis (16/4/2026).

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendukung pengembangan usaha di sektor pangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong kemandirian daerah melalui optimalisasi pengelolaan fasilitas penggilingan padi yang ada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangka Selatan, Ade Hermawan, menyampaikan bahwa pertemuan ini difokuskan pada pembahasan teknis pengelolaan operasional RMP Batu Betumpang yang memiliki kapasitas produksi cukup besar.

“Jadi kita rakor bersama hari ini membahas bagaimana pengelolaan RMP di Batu Betumpang yang memiliki kapasitas penggilingan sekitar 3 ton per jam. Keberadaan RMP ini diharapkan dapat membantu para petani khususnya dalam pengolahan gabah yang ada di wilayah Batu Betumpang nantinya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, mekanisme yang akan diterapkan nantinya adalah pengelola RMP akan membeli gabah langsung dari petani. Hal ini dinilai penting untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil panen sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Kedepannya gabah para petani akan dibeli oleh pengelola RMP. Ini tentunya sangat membantu petani. Namun saat ini kita masih menunggu regulasi berupa Peraturan Bupati yang sedang dibahas dalam rapat ini, termasuk besaran dan mekanisme yang akan diberlakukan kepada pihak pengelola,” jelasnya.

Ade Hermawan menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan mendalam terkait besaran sewa dan skema pengelolaan yang tepat. Tujuannya agar fasilitas ini dapat berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Saat ini kami masih menunggu hasil perhitungan terkait besaran sewa yang akan diberikan kepada pengelola. Harapannya, keberadaan RMP ini benar-benar dapat membantu para petani di Batu Betumpang khususnya kawasan persawahan di Bangka Selatan,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.