Tegas dan Rasional

Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

0 277

TerabasNews, Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah. Dalam upaya tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke gedung milik Jasa Raharja yang berlokasi di kawasan Kali Besar, Jakarta, pada Rabu (2/4). Kunjungan ini disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang turut mendampingi peninjauan area gedung.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi, serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus memperkuat destinasi wisata berbasis sejarah.

“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal, kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas sektor, aset-aset bersejarah milik BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif.

“Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi strategis. Kami berharap melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini dapat dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.

Menurutnya, museum tersebut nantinya akan menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan produksi.

“Masyarakat dapat melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi ini sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, turut menjelaskan sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya yang dahulu menjadi pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan, dan kini berkembang sebagai kawasan wisata budaya.

Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.