Pengaruh budaya asing terhadap gaya bicara anak muda
Zeehan Alya Mukhbita
fakultas: ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung
program studi: Sastra inggris
Bahasa Indonesia memiliki peran yang penting dalam komunikasi antar masyarakat Indonesia. Namun seiring perkembangan zaman, muncul berbagai pengaruh budaya asing yang mempengaruhi pola bahasa yang ada di masyarakat. Fenomena ini, yang ditandai dengan penyebaran budaya, memiliki banyak dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan sosial salah satunya yaitu cara berkomunikasi.
Di era globalisasi saat ini, bahasa asing bisa masuk dengan sangat mudahnya. Terutama bahasa inggris yang telah memasuki ruang keseharian anak muda yang ada di indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa adanya pergeseran penggunaan bahasa indonesia, yang dipengaruhi oleh adanya bahasa asing terutama pada bahasa Inggris.
Dampak dari fenomena ini tidak hanya melampaui kosa kata tetapi terhadap intonasi, struktur kalimat, dan juga sikap sosial dalam kehidupan sehari-hari. Anak muda sering mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing untuk mengikuti tren yang sedang berkembang. Akibatnya, bahasa indonesia mengalami pergeseran makna dan struktur karena penggunaan bahasa asing yang berlebihan.
Salah satu paparan budaya asing yaitu melalui media digital seperti tiktok, instagram, dan youtube yang berperan besar terhadap penggunaan bahasa yang digunakan oleh anak muda. Kebanyakan anak muda biasanya menirukan gaya bicara influencer luar negeri mulai dari kosakata dan juga cara pengucapan.
Karena adanya pengaruh budaya asing, banyak anak muda merasa lebih percaya diri menggunakan bahasa asing. Menurut penelitian prasetyo ( 2019), penggunaan bahasa inggris dalam interaksi sosial dianggap memiliki gaya hidup yang gaul. Oleh karena itu, mengapa menjadi salah satu alasan bahwa anak muda lebih sering menggunakan bahasa inggris daripada bahasa indonesia.
Dampak negatif dari penggunaan bahasa asing yang berlebihan
- Perubahan struktur bahasa
Pengaruh budaya asing tidak hanya mempengaruhi kosakata, tetapi juga menyebabkan perubahan struktur kalimat yang digunakan oleh anak muda. Di era globalisasi ini, mendorong banyak kata asing dari bahasa inggris yang menyebabkan banyak perubahan tata struktur kalimat dan bahasa. Banyak kata asing yang masuk tanpa mengalami penyusaian yang tepat, sehingga membuat struktur menjadi berubah dari bentuk aslinya. - Menurunnya Penggunanan bahasa lokal
Penggunaan bahasa asing yang berlebihan dapat menggantikan kata-kata bahasa lokal. Ini dapat menyebabkan penurunan penggunaan bahasa daerah misalnya, di indonesia bahasa jawa atau sunda yang kurang digunakan. - Dapat menyebabkan adanya stereotip dan deskriminasi
Penggunaan gaya bahasa asing dapat menimbulkan stereotip, seperti menggunakan bahasa inggris dengan “modern” dan bahasa lokal dengan “kuno” yang dapat memperburuk kesenjangan sosial dan budaya di masyarakat. - Ketergantungan pada bahasa asing
Ketergantungan pada bahasa asing dapat membuat anak muda kesulitan berbicara bahasa indonesia dengan formal, karena terbiasa dengan menggunakan campur bahasa yang dapat berdampak pada interaksi sosial. - Hilangnya identitas budaya
Pengaruh budaya asing yang semakin kuat hingga membuat hilangnya identitas budaya pada anak muda. Hilangnya bahasa lokal dalam komunikasi sehari-hari tidak hanya menghilangkan ciri khas budaya, namu juga berpotensi memutus warisan nilai, norma, dan tradisi turun menurun.
Dampak positif pada penggunaan bahasa asing
Adapula dampak positif dari penggunaan bahasa asing pada dibawah ini:
- peningkatan kemampuan bilingualisme
Paparan budaya asing dapat mendorong belajar bahasa kedua. Sehingga dapat meningkatkan kemahiran kemampuan komunikasi, sehingga dapat membuka peluang kerja karier di internasional. - Penguatan identitas global.
Anak muda dapat lebih terhubung dengan dunia dalam menggunakan kata asing dalam mengekspresikan solidaritas global. Sehinggs dapat membangun empati dan pemahaman antarbudaya. - Peningkatan kosakata bahasa
Anak muda sering mengadopsi kata-kata asing, yang dapat memperkaya ekspresi mereka. Sehingga membuat bicara lebih kreatif, yang dapat membantu dalam komunikasi global.
Upaya pencegahan penggunaan bahasa asing yang berlebihan
- Penguatan pendidikan bahasa dan budaya lokal
Meningkatkan pendidikan bahasa indonesia dan bahasa daerah agar anak muda lebih menghargai dan menguasai bahasa lokal. - Sosialisasi penggunaan bahasa
Mengadakan sosialisasi bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik melalui media massa atauoun media sosial untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap penggunaan bahasa indonesia. - Penggunaan bahasa yang seimbang
Mengajarkan kepada anak muda untuk tidak menggunakan bahasa asing secara berlebihan, terutama pada konteks formal dan sehari-hari. Fenomena ini dapat menyebabkan dampak positif dan dampak negatif. namun jika menggunakan bahasa asing berlebihan, dapat menurunkan penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar. Sehingga dapat menghilangkan identitas budaya bahasa kita, bahkan bisa menggeser fungsi dari bahasa nasional. penting bagi kita untuk memahami bagaimana pengaruh budaya asing dalam membentuk gaya bicara anak muda. Oleh karena itu, dalam menghadapi pengaruh budaya asing, pentingnya memperkuat rasa cinta terhadap bahasa dan budaya indonesia sebagai identitas negara.