Tegas dan Rasional

Pemkab Basel Dorong Efisiensi Lewat Elektronifikasi Transaksi Keuangan Daerah

0 1,559

Toboali – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Badan Keuangan Daerah (Bakuda) menggelar High Level Meeting (HLM) Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2025 dengan tema “Implementasi Elektronifikasi Transaksi Keuangan Pemerintah Daerah”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Gunung Namak, Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (17/9/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, yang hadir mewakili Bupati Riza Herdavid. Acara turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Andi Pratama beserta tim, perwakilan Bank Sumsel Babel Cabang Toboali, kepala OPD, serta para peserta HLM.

Dalam arahannya, Hefi mengatakan bahwa digitalisasi transaksi keuangan menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang terus berlanjut, digitalisasi transaksi keuangan menjadi krusial dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang cepat, efisien, akurat, serta transparan,” ujarnya.

Ia mencontohkan penerapan SP2D online yang terintegrasi dengan sistem Bank RKUD (Bank Sumsel Babel). Inovasi ini memungkinkan pelayanan pencairan tetap berjalan meski pada hari libur kerja, sehingga proses keuangan menjadi lebih efektif.

Selain itu, Hefi menjelaskan bahwa sistem keuangan terintegrasi juga memperkuat transparansi. Melalui sistem ini, setiap transaksi dapat dipantau secara real-time, sementara BUD dapat merencanakan arus kas sesuai kebutuhan daerah.

Hefi menambahkan, Pemkab Bangka Selatan terus berinovasi melalui penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 79 Tahun 2022. Di sisi penerimaan daerah, Pemkab juga telah menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS untuk berbagai sektor seperti PBB-P2, jasa pelayanan kesehatan, hingga retribusi sampah.

“Ke depan, kanal QRIS ini akan diperluas ke berbagai sektor penerimaan daerah lainnya. Langkah ini juga menjadi pintu masuk ekosistem digital bagi UMKM dalam mendukung inklusi ekonomi dan keuangan,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Digitalisasi adalah tools untuk mencapai tujuan strategis kita. Oleh karena itu, kompetensi digital, keamanan, serta privasi data harus terus dijaga dalam setiap langkah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hefi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan di Bangka Selatan.

“Bersama, kita dapat mewujudkan pengelolaan keuangan yang cepat, efisien, akurat, dan akuntabel demi pelayanan publik yang lebih baik serta kesejahteraan masyarakat Bangka Selatan,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Bank Indonesia melalui Satgas P2DD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang percepatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah. Bank Sumsel Babel juga memaparkan produk digital keuangan mitra pemerintah daerah serta memberikan bimbingan teknis penerapan SP2D online bersama bendahara pengeluaran OPD.

Momentum penting dalam HLM ini ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol Kick Off implementasi SP2D online dan kanal pembayaran QRIS pada retribusi jasa pelayanan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan efisiensi keuangan daerah di Bangka Selatan.

Kegiatan ditutup dengan sesi bimbingan teknis dan diskusi interaktif guna memastikan penerapan elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah berjalan optimal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.