Categories: Opini

Mengetahui Perbedaan Khasiat Antara Obat Generik dan Obat Branded

Nama: Siti Mutiah Ningsih
Mahasiswa Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

TerabasNews – Obat generik dan obat bermerek atau branded sering kali menjadi bahan perdebatan di kalangan pasien. Sebagian orang meyakini bahwa obat bermerek lebih efektif dibandingkan obat generik, meskipun keduanya mengandung zat aktif yang sama. Keyakinan ini seringkali muncul dari perbedaan harga yang signifikan, di mana obat bermerek biasanya lebih mahal daripada obat generik.

Penggunaan obat generik di Indonesia umumnya hanya sekitar 7% dibandingkan dengan pasar obat bermerek. Menurut persepsi pasien, harga obat yang lebih tinggi menjamin kualitas yang lebih baik. Hal ini juga disebabkan oleh persepsi umum bahwa obat generik memiliki kualitas yang lebih rendah daripada obat bermerek.

Menurut penulis sendiri, obat generik dan obat bermerek memiliki khasiat yang sama, karena pada setiap jenis obat dalam proses pembuatan hingga menjadi produk harus memenuhi standar yang ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat generik diproduksi setelah masa paten dari obat telah habis dan disetujui BPOM apabila mengandung zat aktif yang sama dalam dosis yang sama pula.

Namun, terdapat perbedaan obat generik dengan branded yang dapat terletak pada bahan tambahan, bentuk sediaan, dan teknologi pembuatan yang digunakan, yang mungkin mempengaruhi pengalaman pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut. Penggunaan zat tambahan tertentu ataupun bentuk sediaan yang berbeda pada obat dapat mempengaruhi proses pengantaran obat didalam tubuh hingga dapat memberikan efek menyembuhkan seperti kecepatan obat dalam memberikan efek, tetapi hal ini tidak mempengaruhi efektivitas klinis atau khasiat yang diberikan. Di sisi lain, faktor psikologis dan persepsi pasien turut memainkan peran penting. Pasien yang telah terbiasa mengonsumsi obat bermerek mungkin merasa lebih nyaman dan yakin terhadap efektivitasnya dibandingkan dengan obat generik.

Dengan kata lain, ini tidak berarti bahwa obat generik kurang efektif, perbedaan yang dirasakan lebih sering bersifat subjektif daripada objektif. Pada akhirnya, pilihan antara obat generik dan bermerek tidak semata-mata soal khasiat, tetapi juga soal preferensi, persepsi, dan kepercayaan pasien.

Yang terpenting adalah pasien mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan medis tanpa terbebani oleh biaya yang tidak perlu. Sehingga edukasi mengenai kesetaraan efektivitas antara kedua jenis obat ini harus disosialisasikan dan menjadi tanggungjawab tenaga kefarmasian agar masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait pilihan obat mereka. (**)

TerabasNews

Recent Posts

Optimalisasi Aset Daerah: Diskominfo Bangka Selatan Buka Layanan Sewa Baliho dan Videotron untuk Dukung Promosi dan PAD

TerabasNews, BANGKA SELATAN, 2 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Komunikasi dan…

14 hours ago

Wabub Debby Pimpin Upacara Peringatan<br>Hari Lahir Pancasila 2026

TerabasNews, BANGKA SELATAN - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun…

14 hours ago

DPRD Babel Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Petani Sawit, Dorong Stabilisasi Harga TBS dan Penegakan Aturan Tata Niaga

TerabasNews, PANGKALPINANG, 2 Juni 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung…

17 hours ago

Dukung Kesehatan Masyarakat, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Warga di Wilayah Operasional

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Kontribusi PT TIMAH (Persero) Tbk bagi masyarakat di wilayah operasional terus diwujudkan…

17 hours ago

Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

TerabasNews, Jakarta, 2 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT…

17 hours ago

PT TIMAH Perkuat Tata Kelola Perusahaan, Tingkatkan Pemahaman Karyawan tentang Anti Penyuapan

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang baik terus dilakukan PT TIMAH (Persero)…

18 hours ago