Categories: Pangkalpinang

Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang Laksanakan Kegiatan Gerakan Pangan Murah Upaya Menjaga Stabilitas Harga

TerabasNews, PANGKALPINANG – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang telah melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak sepuluh kali sejak awal tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi di wilayah daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Z. Dwitri, di Pangkalpinang, Rabu (22/7). Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menargetkan pelaksanaan sekitar empat kali kegiatan tambahan hingga akhir tahun 2026.

“Gerakan pangan murah ini sudah memasuki pelaksanaan yang ke-10 sejak awal tahun. Hingga akhir tahun, kemungkinan masih terselenggara sekitar empat kali lagi, yang di antaranya bertepatan dengan momen peringatan HUT Kota Pangkalpinang, Maulid Nabi, serta Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Yiyi menambahkan, kegiatan ini tidak terpusat di satu lokasi saja, melainkan akan terus menyasar berbagai kecamatan di wilayah Kota Pangkalpinang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Khususnya untuk momentum Maulid Nabi, kegiatan diperkirakan berlangsung pada bulan depan dengan rencana lokasi di Kelurahan Tuatunu.

Dalam setiap penyelenggaraannya, komoditas yang disediakan diprioritaskan pada bahan pangan utama yang menjadi penyumbang terbesar laju inflasi. “Yang pasti tersedia beras, dilengkapi dengan bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serta telur. Produk-produk ini menjadi fokus utama pengendalian guna mencegah terjadinya lonjakan harga,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini komoditas yang paling berpengaruh terhadap tekanan inflasi di Kota Pangkalpinang adalah cabai dan bawang merah. Sementara itu, harga beras dinilai masih berjalan relatif stabil dan terkendali berkat dukungan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola oleh Perum Bulog.

“Ketersediaan beras cukup terjaga dan harganya terkendali berkat adanya pasokan beras SPHP dari Bulog,” tegas Yiyi. (**)

TerabasNews

Recent Posts

Dari Bangka ke China, PT TIMAH Dukung Cantabile Bawa Harmoni Melayu ke Panggung Asia

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Kesempatan generasi muda Bangka Belitung untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah…

8 hours ago

Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Selesaikan Persoalan Tata Ruang, IUP, Aset, dan Agraria, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI

TerabasNews, Jakarta – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mendorong Komisi II DPR RI bersama…

1 day ago

BPKP Babel Lakukan Evaluasi Maturitas SPIP Terintegrasi di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan

TerabasNews, TOBOALI — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan…

1 day ago

RSUD Kriopanting Bangka Selatan Raih Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik Tingkat Cabang BPJS Kesehatan 2026

TerabasNews, Bangka selatan — RSUD Kriopanting yang berlokasi di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil…

1 day ago

<em>Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih Ke Warga Desa Kemuja Terdampak Kekeringan</em>

TerabasNews, Polda Bangka Belitung kembali menyalurkan sebanyak 12 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang…

1 day ago

Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PT TIMAH Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

TerabasNews, JAKARTA -- PT TIMAH (Persero) Tbk meraih dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards…

1 day ago