TerabasNews – Inklusi Disabilitas adalah salah satu isu sensitif yang harus diperhatikan dengan serius di Indonesia. Inklusi berarti menciptakan lingkungan yang setara, adil dan tanpa ada diskriminasi. Maka hadirnya isu inklusi disabilitas diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang setara bagi penyandang disabilitas dan diberi akses yang sama sebagaimana mestinya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, terdapat 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5 persen sebagai penyandang disabilitas dari total penduduk Indonesia yang mencapai 275,77 juta jiwa. Dengan angka sebesar itu, hal ini menjadi isu yang harus dikaji dengan serius.
Ciri-ciri masyarakat maju adalah mereka dapat menghargai hak, pendapat dan pola pikir yang berbeda. Inilah yang ingin diwujudkan di wacana Indonesia-sentris. Indonesia tidak hanya berfokus dengan isu agama, politik, pendidikan, budaya dan lainnya, tapi juga membahas lebih dalam arti dari “kesetaraan” sebagai manusia. Hak asasi manusia merupakan hak yang dimiliki setiap individu, dengan segala kelebihan dan kekurangan haruslah menghargai perbedaan tersebut.
Untuk mewujudkan kesetaraan penyandang disabilitas, diperlukan bantuan segala elemen masyarakat. Mulai dari masyarakat itu sendiri, pemerintah, lingkungan, budaya, norma hingga aturan. Banyak Upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan inklusi disabilitas seperti program penggerak guru untuk pendidikan inklusif, program sekolah inklusif, hingga aturan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang isinya tentang pelaksanaan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang wajib dilakukan direalisasikan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Meskipun demikian, inklusi disabilitas di Indonesia masih jauh dari kata ideal, karena akses mereka yang terbatas. Maka ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengubah inklusi disabilitas ini menjadi isu yang dapat terselesaikan dengan baik, antara lain :
Upaya tersebut haruslah diwujudkan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, agar wacana Indonesia-sentris tidak hanya sekedar angan-angan saja. Seperti halnya dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan data Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Desember 2023 terdapat 5.393 penyandang disabilitas. Angka ini cukup besar, yang artinya Bangka Belitung masih membutuhkan perhatian dan Upaya yang serius. Dengan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas seperti akses pendidikan yang setara, sikap menghargai sejak dini dan advokasi terkait isu disabilitas, maka masalah inklusi disabilitas ini pun bisa terselesaikan dengan baik dan benar.
Penulis : M. Garib Ramadhan
Foto : Lastriasi
Editor : Lulus
TerabasNews, BANGKA SELATAN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)Polres Bangka Selatan dan ResIntel Polsek Simpang Rimba…
TerabasNews, BANGKA SELATAN - Seorang pria di Dusun Sungai Gusung,Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan tega…
TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mematangkan persiapan penerapan sistem pembayaran parkir berbasis aplikasi…
TerabasNews, BANGKA -- Dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus dilakukan…
TerabasNews, PANGKALPINANG — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui pelaksanaan reklamasi lahan…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- Kehadiran rumah ibadah di tengah masyarakat tidak hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas…