Categories: Politik

Surianto Harap Konversi BBM ke BBG Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Basel

TerabasNews, Toboali – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Surianto, SH berharap pelaksanaan Program Konversi BBM ke BBG untuk nelayan di Kabupaten Basel dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Konversi BBM ke BBG ini merupakan program Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Program tersebut dalam rangka menjamin ketahanan energi nasional dan upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Pemilihan Kabupaten Basel sebagai wilayah sasaran pendataan program konversi BBM ke BBG untuk nelayan merupakan sinergitas dan sesuai dengan kegiatan pokok pikiran anggota DPR RI Bambang Patijaya selaku anggota Komisi VII,” katanya kepada awak media, Kamis (12/5/2022).

Surianto menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan, sasaran dan mesin pompa air bagi petani adalah sasaran yang tepat dalam pelaksanaan program konversi BBM ke BBG untuk nelayan.

Diketahui, hal tersebut diawali dengan pemberian paket perdana secara gratis oleh pemerintah berupa mesin kapal konverter kit serta pemasangan dan tabung LPG 3 kg beserta isinya kepada nelayan yang memiliki kriteria tertentu.

Diantaranya, nelayan yang memiliki kapal penangkapan ikan berukuran paling besar 6 GT, mesin kapal yang dimiliki berbahan bakar bensin, kapal yang digunakan memiliki penggerak dengan daya paling besar 13 HP, jenis Alat Tanggap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Tidak hanya itu, nelayan penerima juga harus memiliki kartu Kusuka atau terdaftar kartu Kusuka dengan status tervalidasi sesuai dengan peraturan perundangan dibidang kelautan dan perikanan serta diutamakan terdaftar dalam basis data terpadu dan non BDT yang dinyatakan dengan surat keterangan dari Dinas Sosial.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan informasi ini kepada dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Selatan untuk segera menindaklanjuti, dengan melakukan pendataan nelayan di Bangka Selatan untuk program Konversi BBM ke BBG paling lambat 31 Mei 2022.

“Kami sudah menyampaikan informasi kepada kepala dinas terkait untuk segera mengambil data dan memberikan kepada pemerintah pusat paling lama 31 Mei 2022 sebagai bentuk keseriusan Pemda menyikapi program bantuan dari pemerintah pusat guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bangka Selatan,” tutupnya. (rls.MPO-PG)

TerabasNews

Recent Posts

Wakil Ketua DPRD Babel Minta Pemerintah Pusat Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Pertambangan Timah di Belitung

TerabasNews, PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menegaskan bahwa perkembangan…

2 hours ago

Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang Laksanakan Kegiatan Gerakan Pangan Murah Upaya Menjaga Stabilitas Harga

TerabasNews, PANGKALPINANG – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang telah melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah…

2 hours ago

Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Rangkui Hadir Bantu Masyarakat dan Tekan Laju Inflasi

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah dengan tajuk "Kerito…

2 hours ago

Tekan Inflasi,Pemkot Pangkalpinang Gelar Gerakan Pangan Murah “Kerito Surong Ketapang”

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah bertajuk Kerito Surong Ketapang (Kegiatan…

2 hours ago

Jaga Stabilitas Keamanan, Kapolres Bangka Tengah Andalkan Patroli dan Peran Bhabinkamtibmas

TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pendekatan pencegahan menjadi strategi utama yang akan diterapkan Kapolres Bangka Tengah…

16 hours ago

Tumbuh Bersama Masyarakat Sawang Laut, PT TIMAH Dorong Ekonomi, Budaya, dan Kemandirian Desa

TerabasNews, KARIMUN -- Kehadiran PT TIMAH (Persero) Tbk di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat,…

16 hours ago