Explore Babel 2026: Sinergi Serumpun Sebalai Dorong Diversifikasi Ekonomi dan UMKM Berdaya Saing
TerabasNews, PANGKALPINANG – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menggelar puncak kegiatan Explore Babel 2026, sebuah ajang strategis yang bertujuan memperkuat diversifikasi ekonomi daerah serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan lokal guna menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Kegiatan puncak berlangsung di Pangkalpinang pada Jumat, dengan mengusung tema “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Bangka Belitung Berdaya dan Berkelanjutan”.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menyampaikan bahwa perekonomian daerah telah menunjukkan pemulihan yang signifikan setelah sebelumnya tertekan akibat pelemahan harga komoditas unggulan. “Ekonomi kita telah melalui ujian. Sejak 2024 kita berada di level 0,77 persen. Namun syukur kepada Tuhan, alhamdulillah, rilis terbaru Juli 2026 kita telah mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,01 persen,” ungkap Rommy.
Pertumbuhan positif tersebut, menurutnya, didukung oleh beragam sektor — tidak lagi semata bergantung pada komoditas timah, melainkan juga ditopang oleh pertanian, perikanan, industri makanan dan minuman, pariwisata, digitalisasi, pengembangan UMKM, hingga ekonomi syariah. “Kemajuan Bangka Belitung tidak dapat dibangun sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi, kolaborasi, inovasi, dan semangat besaoh,” tegasnya.
Explore Babel 2026 telah berjalan sejak April 2026, melibatkan lebih dari 250 pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan pra-acara, kegiatan pendampingan, hingga acara utama. Didukung oleh lebih dari 20 mitra strategis, hingga pelaksanaan puncak kegiatan ini telah mencatat nilai transaksi UMKM mencapai sekitar Rp2,2 miliar. “Explore Bangka Belitung bukan milik Bank Indonesia semata. Explore Bangka Belitung adalah panggung karya terbaik dari UMKM Bangka Belitung,” ujar Rommy.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan Explore Babel kini telah memasuki tahun penyelenggaraan keenam dan diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Ia mencatat perekonomian Babel pada triwulan II 2026 tumbuh 4,1 persen secara tahunan (year-on-year), dengan tingkat inflasi per Juli 2026 tercatat 2,62 persen — masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh sektor konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, pertanian, serta perdagangan yang ditopang komoditas kelapa sawit dan perikanan.
Meski demikian, Ricky menegaskan bahwa aktivitas pertambangan timah dan ekspor komoditas unggulan masih menghadapi tantangan, sehingga diversifikasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah produk lokal bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. “Kita memiliki modal ekonomi yang kuat: kekayaan alam, potensi pariwisata, kreativitas masyarakat, serta lebih dari 132 ribu UMKM yang bergerak di olahan hasil laut, kerajinan, fesyen, tenun, dan lainnya,” ujarnya.
Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekosistem pembayaran digital di daerah. Hingga Juli 2026, jumlah pedagang terdaftar QRIS di Babel telah mencapai lebih dari 196 ribu merchant dengan jumlah pengguna lebih dari 262 ribu, serta volume transaksi mencapai sekitar 2,9 juta transaksi — mayoritas berasal dari sektor usaha mikro dan kecil. Selain itu, BI mendorong kerja sama antardaerah seperti sinergi Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta pengembangan Desa Devisa bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk membentuk klaster usaha siap ekspor.
Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani, menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan bahwa Explore Babel 2026 bukan sekadar festival, melainkan ruang pertemuan potensi daerah — mulai dari kuliner, wastra, musik tradisional, budaya, UMKM hingga destinasi wisata unggulan. “Pembangunan ekonomi memerlukan sinergi. Pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat harus bergerak bersama,” katanya. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, memperluas pasar produk lokal, serta mengenalkan potensi Bangka Belitung ke tingkat nasional.
Ricky Perdana Gozali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus membeli produk dalam negeri dan berwisata di daerah, serta menjadikan UMKM sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi masa depan Babel maupun Indonesia. “Mari kita jadikan Explore Babel 2026 sebagai titik temu antara potensi dan peluang, antara kreativitas dan pasar, serta antara pertumbuhan dan keberlanjutan,” pungkasnya.