Tegas dan Rasional

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tumbuh Positif

0 279


TerabasNews – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 4,01% (yoy), tercatat pertumbuhan yang cukup tangguh di tengah ketidakpastian global, meskipun tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 4,53% (yoy).

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut terutama ditopang oleh kinerja Lapangan Usaha (LU) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, LU Konstruksi, LU Perdagangan, serta LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Pertumbuhan positif tersebut didorong oleh meningkatnya usaha warung makan dan warung kopi, implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semakin masif yang didukung masifnya pembangunan SPPG maupun gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta meningkatnya kegiatan masyarakat pada HBKN Iduladha. Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Pertambangan pada periode ini belum memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Dari sisi pengeluaran, laju perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditopang oleh konsumsi, baik Rumah Tangga, Pemerintah, maupun Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT). Positifnya kinerja konsumsi didorong oleh meningkatnya realisasi belanja Pemerintah pada belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal, pencairan gaji ke-13 bagi ASN, meningkatnya kegiatan lembaga keagamaan dan sosial kemasyarakatan sejalan dengan perayaan Hari Raya Iduladha dan meningkatnya kegiatan budaya, olahraga massal serta festival daerah. Selain itu, kinerja investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mencatatkan kinerja yang positif sejalan dengan realisasi investasi fisik, di antaranya SPPG, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sekolah Garuda, perbaikan jalan, jembatan, pembangunan pelabuhan, dan prasarana fisik lainnya, serta meningkatnya pembelian kendaraan bermotor baru. Sebaliknya, kinerja ekspor masih tertekan di tengah ketidakpastian global dan kinerja sektor utama yang belum pulih, terutama untuk komoditas timah, lada, dan karet.

Merespon hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen terus memperkuat stabilitas perekonomian daerah, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan. Adapun langkah strategis yang dilakukan antara lain yaitu: mendorong investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, mendukung pengembangan pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal, mendukung implementasi Asta Cita guna mewujudkan swasembada pangan, mengakselerasi UMKM agar lebih maju dan masuk ke ekosistem digital dan global, serta membangun ekosistem syariah yang tepat. Bank Indonesia terus mendorong peningkatan transaksi digital guna mendukung transaksi yang Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal, termasuk implementasi QRIS. Berdasarkan asesmen dan surveilans, Bank Indonesia memandang bahwa perekonomian daerah ke depan akan tumbuh positif, sehingga perlu didukung dengan optimisme, komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.