Tegas dan Rasional

Kelangkaan BBM di Tingkat Pengecer
Membuat Masyarakat Rela Antrian di SPBU

0 497

TerabasNews, BANGKA SELATAN – Kelangkaan BBM khususnya jenis pertalite ditingkat pengecer membuat masyarakat kembali dipaksa harus rela mengantri di salah satu SPBU di Jalan Payak Ubi Kelurahan Tanjung Ketapang.

Dewi (37) salah satu warga Bukit Permai Kelurahan Toboali menuturkan , ia rela datang pagi – pagi ke SPBU guna mendapatkan BBM pertalite dikarenakan disejumlah tingkat pengecer tidak ada minyak atau kosong.

Hal seperti ini sudah hampir tiga hari terjadi di Bangka Selatan, biasanya dengan adanya sejumlah pengecer untuk mempermudah kami mendapatkan BBM jenis pertalite dan gax perlu kami harus mengantri di SPBU.

” Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan ditingkat Pengecer seperti ini. Aktivitas kami pun jadi terhambat karna harus antrian di SPBU untuk mendapatkan BBM pertalite, ” keluhnya.

Kalau hal ini terjadi terus menerus kelangkaan BBM pertalite ditingkat pengecer dampak yang ditimbulkan sangat besar bagi aktivitas kami sehari-hari.

  • kami dipaksa harus mengantri di SPBU untuk mendapatkan BBM pertalite berhari-hari.
  • aktivitas kami terganggu karena waktu habis untuk mengantre BBM pertalite.

” Kami masyarakat dengan adanya sejumlah kios pengecer BBM jenis pertalite merasa terbantu dan tak perlu harus datang ke SPBU, kalau cuma mendapatkan pertalite dengan jumlah terbatas untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Kasiaan dengan kami pak kalau hanya mau beli pertalite 1 liter kami harus mengantri berjam – jam di SPBU sudah rugi waktu, biasanya kalau beli ditingkat pengecer mudah saja tidak harus mengantri.

” Sudah beberapa hari ini pertalite semuanya kosong ditingkat pengecer, gax tau dikarenakan apa, apakah memang datangnya dibatasi Pertamina di sejumlah SPBU, kami masyarakat awam gax tau apa penyebabnya, ” jelasnya.

Dengan adanya pengecer disejumlah wilayah Bangka Selatan kami merasah mudah mendapatkan pertalite apalagi belinya cuma satu liter sampai dua liter.

” Kami hanya berharap ke pihak Pertamina kalau memang kios pengecer tidak diperbolehkan lagi untuk mengecer, tolong pikirkan bagaimana masyarakat mudah untuk mendapatkan pertalite karena BBM pertalite merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, ” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang penjual BBM pertalite eceran di Jalan Damai Toboali Kelurahan Toboali, yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, saat ini dirinya sangat kesulitan mendapatkan pasokan minyak.

” Sudah hampir tiga hari kosong pertalite pak, tidak ada setok , susah sekarang jangankan buat eceran buat keperluan sehari-hari saya juga harus gantri di SPBU berhari-hari, ” ungkapnya.

Jangankan untuk berjualan seperti biasanya, untuk motor sendiri saya juga harus beli sendiri ke SPBU, bukan cuma saya saja pengecer yang lain juga mengalami hal yang sama.

” Sekarang susah sekali cari minyak. Walaupun ada ditingkat pengecer yang lain, itu pun harganya dijual Rp 14 ribu per liter, ” ujarnya kepada awak media Terabaz News. com, Minggu (12/7/2026).

Leave A Reply

Your email address will not be published.