Tegas dan Rasional

Dinas Pertanian Salurkan PBP kepada 3.626 Warga Kecamatan Rangkui

0 288

TerabasNews, PANGKALPINANG – Sebanyak 3.626 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, menerima bantuan pangan bersumber dari Pemerintah Pusat berupa beras dan minyak goreng. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Khusus untuk wilayah Kecamatan Rangkui, total bantuan yang disalurkan mencapai 75.520 kilogram beras dan 14.504 liter minyak goreng.

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran penyaluran adalah Kampung Keramat. Sebanyak 804 penerima manfaat di wilayah tersebut menerima bantuan beras seberat 16 ton 80 kilogram dan minyak goreng sebanyak 3.216 liter pada Rabu (10/6/2026).

“Bantuan pangan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima dan dapat digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujar Samri dalam keterangannya.

Data menunjukkan bahwa penerima bantuan di Kecamatan Rangkui tersebar di delapan kelurahan. Kelurahan dengan jumlah penerima terbanyak adalah Parit Lalang dengan 1.095 PBP, disusul Kelurahan Keramat sebanyak 804 PBP. Adapun rincian lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Kelurahan Parit Lalang: 1.095 PBP
  • Kelurahan Keramat: 804 PBP
  • Kelurahan Pintu Air: 446 PBP
  • Kelurahan Gajah Mada: 371 PBP
  • Kelurahan Melintang: 330 PBP
  • Kelurahan Asam: 290 PBP
  • Kelurahan Masjid Jamik: 170 PBP
  • Kelurahan Bintang: 120 PBP

Secara keseluruhan, penyaluran bantuan pangan untuk periode Februari hingga Maret 2026 di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang menjangkau 20.211 PBP. Total logistik yang disalurkan mencapai 404.220 kilogram beras dan 80.844 liter minyak goreng.

Program ini dirancang sebagai salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, menangani potensi kerawanan pangan, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Samri menegaskan pentingnya penyaluran yang tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh mereka yang membutuhkan.

“Harapannya bantuan ini dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat penerima manfaat,” pungkasnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.