Tegas dan Rasional

Pemkab Bateng Launching WAR 13 T, Fokus Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun

0 283

TerabasNews, BANGKA TENGAH – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengibaratkan persoalan anak putus sekolah seperti benang kusut yang harus diurai bersama oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Hal itu disampaikannya saat launching Gerakan WAR 13 T (Wajib Belajar 13 Tahun) di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (21/05/2026).

Menurut Algafry, penanganan anak putus sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi, geografis, hingga pola kehidupan masyarakat.

“Ini adalah tugas kita bersama. Kita perlu kembali merapikan benang-benang yang mulai kusut, menegakkan kembali yang belum berjalan sebagaimana mestinya secara bersama-sama,” ujar Algafry.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan di Bangka Tengah ialah pola mata pencaharian masyarakat pesisir yang berpindah-pindah mengikuti musim tangkap ikan sehingga anak-anak ikut berpindah tempat tinggal dan akhirnya berhenti sekolah.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Algafry menyebut dunia pendidikan di Bangka Tengah mulai menunjukkan perkembangan positif. Tingkat partisipasi sekolah usia prasekolah 5–6 tahun tercatat meningkat hingga 22 persen dibanding tahun sebelumnya.

Melalui Gerakan WAR 13 T, Pemkab Bangka Tengah berupaya memperkuat komitmen wajib belajar 13 tahun sekaligus menekan angka putus sekolah melalui kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran gerakan tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas dan komitmen bersama seluruh stakeholder pendidikan di Bangka Tengah.

Selain itu, Dinas Pendidikan Bangka Tengah juga meluncurkan aplikasi SI PINTAR (Sistem Pantauan Internal Anak Usia Pra Sekolah) untuk memetakan anak-anak usia dini yang belum terdaftar di PAUD.

Bunda PAUD Bangka Tengah, Eva Algafry, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan anak menuju jenjang pendidikan berikutnya.

“Saat ini kita sedang gencar menyosialisasikan mengapa PAUD itu sangat penting, karena PAUD menjadi fondasi dasar,” katanya.

Di akhir kegiatan, Algafry mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, ikut berperan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan agar tidak ada lagi anak Bangka Tengah yang putus sekolah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.