Wali Kota Pangkalpinang Ikuti Peresmian Kopdes Merah Putih Secara Daring, Targetkan 13 Koperasi Aktif Tahun 2026
TerabasNews, PANGKALPINANG, 16 Mei 2026 – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengikuti acara peresmian Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) secara bersamaan melalui sambungan jarak jauh bersama Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi yang digagas pemerintah pusat.
Usai mengikuti kegiatan yang berpusat di kawasan Mandara tersebut, Saparudin menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung pembentukan dan pengembangan koperasi di wilayah Kota Pangkalpinang. Ia menyatakan bahwa keberadaan koperasi ini sejalan dengan visi dan misi daerah dalam memberdayakan potensi ekonomi masyarakat.
“Kami Pemerintah Kota Pangkalpinang tentu sangat mendukung program-program Bapak Presiden untuk mendirikan koperasi-koperasi di Kota Pangkalpinang. Ini program yang luar biasa, berbasis masyarakat dan sangat selaras dengan visi misi kita untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujar Saparudin.
Ia menjelaskan, koperasi yang diresmikan dalam kesempatan ini merupakan koperasi kedua yang beroperasi di Pangkalpinang. Secara bertahap, pemerintah kota menargetkan sebanyak 13 unit koperasi dapat beroperasi aktif dan berkembang hingga akhir tahun 2026. Hingga saat ini, pembentukan koperasi telah menjangkau seluruh wilayah administrasi, di mana 42 kelurahan di Kota Pangkalpinang telah memiliki badan usaha koperasi, dan tahapan selanjutnya adalah fokus pada optimalisasi kinerja masing-masing koperasi.
Untuk menunjang keberhasilan dan efektivitas koperasi, Pemkot Pangkalpinang menyiapkan lokasi-lokasi strategis yang dilengkapi fasilitas pendukung berupa gudang penyimpanan dan gerai penjualan. Fasilitas ini ditujukan agar koperasi dapat berfungsi sebagai pusat penampungan sekaligus pemasaran hasil produksi masyarakat, khususnya produk-produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita tempatkan di lokasi strategis supaya hasil-hasil UMKM masyarakat bisa ditampung dan dipasarkan di koperasi. Kita upayakan hasil produk UMKM masyarakat bisa masuk ke koperasi agar ekonomi masyarakat semakin bergerak,” jelasnya.
Pengelolaan koperasi di Pangkalpinang tidak hanya bergerak di sektor perdagangan, meskipun sektor ini menjadi prioritas utama yang dioptimalkan karena memiliki akses langsung ke konsumen melalui gerai. Pemerintah kota juga merancang sinergi koperasi dengan berbagai program pembangunan daerah lainnya, salah satunya adalah pengelolaan lingkungan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Selain itu, koperasi juga didorong untuk mendukung pelaksanaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis.
“Kita siapkan juga koperasi untuk bersinergi dalam pengelolaan sampah di TPS 3R, sehingga koperasi ini tidak hanya mendukung program makan bergizi gratis, tetapi juga program-program lain,” tambahnya.
Pemkot Pangkalpinang juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Berbagai pelatihan direncanakan akan dilaksanakan, mencakup manajemen produksi, operasional, pemasaran, hingga tata kelola keuangan agar pengurus memiliki kemampuan memadai. Dalam hal ini, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pusat untuk memberikan pendampingan teknis dan pelatihan berkelanjutan bagi para pengurus koperasi.
Saparudin optimis, dengan dukungan fasilitas, pelatihan, dan jaringan pemasaran yang terstruktur, Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat Kota Pangkalpinang yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (**)