Tegas dan Rasional

Pemkot Pangkalpinang Terima Audiensi ADINKES Babel, Dorong Sinergi Penanggulangan Penyakit ATM

0 286

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menerima audiensi dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka penguatan dan pelaksanaan program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang pada Kamis (2/4/2026).

Audiensi dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, bersama jajaran ADINKES serta koordinator program RSSH Island Indonesia wilayah Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut, Dessy Ayutrisna menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan, khususnya penanggulangan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).

“Pertemuan hari ini merupakan audiensi bersama koordinator program RSSH Island Indonesia wilayah Bangka Belitung. Kita membahas berbagai program nasional, khususnya terkait penyakit ATM yang menjadi prioritas nasional,” ujar Dessy.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan penyakit ATM. Untuk kasus tuberkulosis, Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India, sementara angka kasus AIDS dan malaria juga memerlukan perhatian serius.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, OPD kesehatan maupun non-kesehatan, untuk bersama-sama melakukan upaya perencanaan, pelaksanaan, hingga pencegahan dan pengendalian penyakit ATM,” jelasnya.

Dessy menegaskan komitmen Pemkot Pangkalpinang untuk terus memperkuat layanan kesehatan, melalui peningkatan edukasi masyarakat serta penguatan peran fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang secara rutin melakukan upaya penanganan penyakit menular, termasuk deteksi dini, pengobatan, dan edukasi.

“Upaya-upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas pengobatan, tetapi juga melalui edukasi secara berkelanjutan, baik di puskesmas, sekolah, maupun di tengah masyarakat, agar kesadaran terhadap pencegahan penyakit semakin meningkat,” tambahnya.

Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, serta menekan angka penyebaran penyakit ATM di wilayah Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara umum. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.