Tegas dan Rasional

BI Babel Bersama TPID Sidak Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Pagi

0 128

TerabasNews, Pangkalpinang – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Tim Pengendalian Infiasi Daerah (TPID) melaksanakan inspeksi mendadak di Pasar Pagi Kampung Melayu, Kamis (27/2) pagi.

Deputi Kepala Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beny Okta Tutuarima mengatakan inspeksi mendadak ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti Rapat Koordinasi Pengendalian Infiasi yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri RI pada Senin (24/2), serta Rapat Koordinasi-HLM TPID Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (26/2).

“Sidak ini kami lakukan dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Puasa Ramadhan tahun 2025 dan hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri 1448 Hijriah, sehingga perlu dilakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok,” katanya.

Benny mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja menjelang puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri, yaitu berbelanja sesuai kebutuhan bukan keinginan.

“Kami harap harga bahan pokok yang kami cek tadi seperti cabai, bawang, minyak goreng dan sebagainya tetap stabil saat bulan puasa dan menjelang Idul Fitri nanti,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama periode Ramdan dan Idul Fitri jika dilihat data historisnya atau data trennya beberapa tahun terakhir memang kenaikan harga dan itu berlaku secara nasional.

“Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh harga permintaan dan penawaran. Jika permintaan tinggi dan penawaran belum terlalu banyak maka akan naik harganya,” katanya.

Untuk itu, Pihaknya berharap kepada pemerintah daerah selaku pemegang regulasi dan sebagainya, untuk juga menjaga ketersediaan pasokan sehingga tidak ada kenaikan harga bahan pokok.

“Menjaga ketersediaan pasokan ini salah satunya bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan daerah lain yang punya stok berlebih, terus melalukan pemantauan harga secara rutin, serta memastikan tidak ada distributor yang menimbun bahan pokok, sehingga masyarakat tidak terbebani lagi dengan harga bahan pokok yang naik,” katanya.

Plt Asisten II Pemprov Bangka Belitung, Darlan mengatakan dari hasil sidak ditemukan bahwa harga cabai merah keriting dan cabai rawit naik. Sedangkan untuk minyak goreng merek Kita masih dalam perjalanan untuk disuplai ke pasar-pasar se Bangka Belitung.

“Untuk daging ayam dan daging sapi harganya relatif stabil dan suplai ke pasarnya juga masih stabil. Tadi juga banyak permintaan dari ibu-ibu pedagang agar harga ayam menjelang Ramadan jangan sampai ada kenaikan di harga Rp33.000 bahkan Rp35.000, namun tetap stabil di harga Rp30.000 per kilogram,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyebab harga bahan pokok ini mulai naik dikarenakan permintaan mendekati Ramadan semakin meningkat, sehingga dilakukan sidak ke pasar-pasar untuk memastikan persedian bahan pokok.

“Jika dalam sidak ini ditemukan kekurangan persediaan, maka kami meminta untuk segera ditambah baik itu dari Bulog, dari distributor Minyak Kita, maupun bahan pokok lainnya agar harga tetap stabil,” katanya.

Ia mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan para pedagang, termasuk dari dinas pertanian, bulog dan Satgas Pangan untuk menstabilkan harga bahan pokok.

“Diharapkan harga bahan pokok ini tetap stabil, walaupun terjadi kenaikan tidak terlalu tajam, apalagi saat ini daya beli masyarakat sedang turun sehingga pertumbuhan ekonomi kita bisa mandek,” ujarnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.