Cegah Penyelewengan BBM Subsidi, Ditlantas Polda Babel Lakukan Penertiban Di Sejumlah SPBU
TerabasNews, Guna memastikan kelancaran serta ketepatan sasaran pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bangka Belitung melakukan penertiban kendaraan disejumlah SPBU seperti SPBU Bacang dan SPBU Kejora.
Fokus penertiban ini menyasar kendaraan yang diduga menggunakan plat nomor palsu atau ganda, serta kendaraan dengan tangki modifikasi yang kerap dimanfaatkan oknum untuk melakukan pengisian BBM secara berulang.
Langkah tegas kepolisian ini diambil tidak hanya untuk mencegah penimbunan dan penyelewengan BBM bersubsidi, tetapi juga demi menjamin keadilan bagi masyarakat luas serta mengurai kemacetan dan antrean panjang yang kerap mengganggu lalu lintas di sekitar area SPBU.
Ps. Kasubdit Gakkum Ditlantas Kompol Surya Dharma Putra menjelaskan, penertiban yang melibatkan kerja sama erat dengan pengawas SPBU dan pihak Pertamina ini merupakan upaya menjaga kondusifitas distribusi BBM di wilayah Bangka Belitung.
“Hari ini kami melakukan penertiban di dua titik, yakni SPBU Bacang dan SPBU Kejora. Di SPBU Kejora, petugas menemukan dua unit kendaraan yang terindikasi kuat menggunakan pelat nomor palsu saat ikut mengantre pengisian BBM.”ungkap Kompol Surya Dharma Putra di lokasi kegiatan, Jumat (25/9/2026).
Lebih lanjut, Surya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku dan tidak mengoperasikan kendaraan dengan dokumen maupun identitas palsu demi keuntungan pribadi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, antrelah sesuai aturan yang berlaku. Apabila sudah memiliki barcode pengisian BBM, gunakanlah barcode tersebut sesuai peruntukannya. Sebisa mungkin dan seharusnya tidak ada lagi praktik mengisi BBM secara berulang-ulang ke SPBU,”imbau Surya.
Tak hanya kepada konsumen, Kompol Surya juga mengingatkan para pengelola dan operator SPBU untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian saat melayani pengisian BBM di lapangan.
“Kami juga mengimbau kepada pihak pengelola SPBU agar para petugas operator di nosel dapat lebih jeli dalam mengamati fisik kendaraan dan kesesuaian dokumen saat pengisian BBM berlangsung.”ungkapnya.
Sementara itu, pihak pengelola SPBU, Ferry menyambut positif dan memberikan apresiasi atas aksi cepat yang dilakukan oleh kepolisian.
Menurutnya Kehadiran kepolisian sangat membantu pengelola SPBU dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran yang sulit terdeteksi secara kasat mata oleh operator.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian atas kegiatan penertiban ini. Ini sangat positif karena pihak kepolisian mampu mendeteksi hal-hal yang tidak bisa kami deteksi.”ucapnya.
“Selama ini kami hanya melakukan verifikasi berdasarkan barcode dan nomor polisi yang tertera, sementara kepolisian memiliki data lengkap untuk memastikan keaslian pelat nomor tersebut,”Sambung Ferry.
Ferry berharap sinergi dan penertiban berkala seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin demi menjaga kondusivitas, mengontrol penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, serta menjaga kelancaran antrean kendaraan di SPBU.