Usai Karnaval, Pemkab Bangka Tengah Bersama GPL Bersihkan Sampah di Sepanjang Jalan
TerabasNews, BANGKA TENGAH – Usai pelaksanaan pawai baris-berbaris dan karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) turun langsung melakukan aksi bersih-bersih dengan memungut sampah di sepanjang ruas jalan yang dilalui peserta karnaval, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membantu petugas kebersihan membersihkan sisa sampah yang ditinggalkan para peserta maupun penonton.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk gotong royong bersama untuk membantu petugas kebersihan agar proses pembersihan kawasan pascakarnaval dapat dilakukan lebih cepat.
“Alhamdulillah bersama teman-teman dari GPL, Gerakan Peduli Lingkungan, kami ingin bersama-sama membersihkan area ini. Supaya nanti petugas lingkungan hidup yang membersihkan tidak terlalu berat pekerjaannya,” ujar Algafry.
Menurutnya, aksi bersih-bersih tersebut menjadi langkah awal sehingga petugas kebersihan nantinya hanya tinggal melakukan pembersihan akhir.
“Kita membantu para petugas kebersihan untuk bisa menyelesaikan kegiatan ini. Jadi nanti sore atau besok pagi tinggal finishing akhirnya saja,” katanya.
Algafry mengakui, kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya masih perlu terus ditingkatkan.
Namun, ia menilai perubahan tersebut harus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kita bertahap saja. Mudah-mudahan dengan kita mengajak seperti ini, semuanya juga ikut peduli,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Koba juga turut membantu proses pembersihan. Selain menjaga keamanan selama pelaksanaan karnaval, personel kepolisian ikut bergotong royong memungut sampah di sepanjang jalur yang dilalui peserta.
“Tidak bisa kita melakukan sendiri, harus sama-sama, apalagi untuk menjaga kebersihan ini. Kita lakukan secara bertahap, insyaallah semuanya bisa kita lakukan bersama,” tutur Algafry.
Sementara itu, terkait pelaksanaan karnaval yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan pedagang, Algafry mengatakan kegiatan tahun ini sengaja dilaksanakan dengan waktu yang lebih singkat.
Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang cukup panas, sehingga atraksi dan jumlah peserta juga dibatasi.
“Alhamdulillah, memang kita agak percepat waktunya. Kita menyediakan waktu yang agak singkat karena cuaca begitu panas, sehingga kita lebih awal menyelesaikan kegiatan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembatasan durasi dan jumlah peserta dilakukan agar kegiatan tetap berjalan meriah namun tidak terlalu membebani peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
“Artinya kita batasi juga karena memang cuaca saat ini agak lebih panas,” pungkasnya.