TerabasNews, BANGKA TENGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Bangka Tengah, terutama di tengah musim kemarau dengan kondisi cuaca yang sangat panas.
Sejak Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 81 kejadian kebakaran yang telah ditangani oleh petugas. Total lahan yang terdampak mencapai sekitar 146 hektare.
Sejumlah titik yang mengalami dampak cukup parah di antaranya kawasan Tanjung Langka, Kelurahan Padang Mulia, hingga area eks Koba Tin (Ekskobatin).
Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudhi Sabara mengatakan, hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
“Penyebabnya memang belum bisa kami pastikan secara pasti, apakah ada orang yang membakar atau tidak. Tetapi kami menganggap ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Kamis (13/8/26), di ruangan kerjanya.
Setiap kali terjadi kebakaran, lanjut Yudhi, petugas BPBD langsung melakukan upaya pemadaman di lokasi. Durasi penanganan sangat bergantung pada luas area dan kondisi lahan yang terbakar.
Untuk kebakaran dengan luas sekitar 5,5 hektare, proses pemadaman umumnya dapat dilakukan relatif cepat. Namun, pada kebakaran berskala besar seperti di kawasan Eks Kobatin, penanganan dapat memakan waktu hingga 4–5 jam.
Masih kata Yuhdi Sabara, kondisi cuaca panas serta lahan yang kering turut mempercepat penyebaran api. Suhu di wilayah Koba sendiri tercatat berada pada kisaran 32-33 derajat Celsius setiap harinya.
“Kami berharap tidak terjadi lagi kebakaran lahan. Saat ini kondisi memang sangat panas dan kemarau, sehingga api sangat mudah sekali terbakar, apalagi rumput dalam kondisi kering,” jelasnya.
Selain karhutla, lebih lanjut dikatakannya, musim kemarau juga berdampak pada ketersediaan air bersih. Tercatat sekitar 12 desa saat ini mengalami kesulitan akses air bersih.
Pemerintah daerah berharap curah hujan segera meningkat agar kondisi dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi.
“Harapan kami kejadian ini cepat berlalu, hujan cepat datang, sehingga warga tidak lagi kekurangan air bersih,” harap Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudhi Sabara.
Dalam penanganan kekeringan, BPBD bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi lintas sektor. Distribusi air bersih juga mulai disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak.
Namun demikian, belum seluruh desa terdampak dapat terjangkau secara bersamaan. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara bertahap agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
“Memang seluruh desa yang terdampak belum semuanya tersentuh, tetapi akan terus kami lakukan supaya semuanya dapat tersentuh dan kebutuhan air bersih masyarakat bisa tercukupi,” pungkasnya.
TerabasNews, KARIMUN -- PT TIMAH (Persero) Tbk menyerahkan bantuan untuk mendukung perbaikan fasilitas sarana dan…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- Mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menjadi salah satu langkah penting untuk…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mendorong PT PLN (Persero) untuk…
TerabasNews, PANGKALPINANG — PT PLN (Persero) berencana memperluas pemanfaatan abu sisa pembakaran batu bara atau…
TerabasNews - Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Bangka Belitung menggerebek sebuah rumah yang diduga…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama unsur terkait menggelar Apel Siaga Badan…