Rokok dan kemiskinan : Beban ekonomi yang terabaikan
Nama : Nadea Purnama Lastari
NIM : 5122511015
Program Studi : Ilmu Politik
Mata Kuliah : Penulisan dan Publikasi Ilmiah
Dosen Pengampu : Ririn Septia, S.ST.,M.Ikom.
Rokok menjadi salah satu produk konsumsi yang banyak digunakan oleh masyarakat
Indonesia, baik dari kelompok berpendapatan tinggi ataupun rendah. Meskipun telah banyak orang mengetahui dampak buruk terhadap kesehatan, kebiasaan merokok tetap sulit dikurangi.
Kondisi ini menjadi permasalahan serius, karena pengeluaran dalam pembelian rokok sering kali bersaing dengan kebutuhan mendasar rumah tangga seperti makanan, pendidikan ataupun kesehatan.
Berdasarkan berbagai penelitian, konsumsi rokok pada rumah tangga miskin di Indonesia tergolong tinggi dan bahkan menjadi salah satu pengeluaran utama dalam pola belanja rumah tangga. Rumah tangga miskin cenderung mengutamakan pengeluaran untuk rokok, sehingga berdampak pada kurangnya pembagian untuk beras dan kebutuhan pokok
lainnya (Supriadi & Rusyiana, 2016).
Fenomena ini tidak hadir dari beberapa faktor yang saling berkaitan. Rokok telah
menjadi bagian budaya sosial di masyarakat terutama pada kelompok laki-laki yang
menganggap kebiasaan itu menjadi hal yang “wajar”. Harga rokok yang relatif masih
terjangkau menjadi salah satu faktornya. Namun pada berbagai penelitian disebutkan meskipun harga rokok mengalami kenaikan, dampaknya terhadap penurunan konsumsi relatif kecil (Afif & Sasana, 2019). Hal ini terjadi karena, rokok memiliki sifat adiktif sehingga konsumsi cenderung tetap bertahan meskipun kondisi ekonomi atau harga yang yudaj mendukung.
Hasil berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pengeluaran rokok pada keluarga
berpendapatan rendah dapat menjadi beban ekonomi yang signifikan. Dalam banyak fenomena, sebagian pendapatan yang seharusnya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok justru dialihkan untuk pembelian rokok. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka upaya peningkatan
kesejahteraan keluarga akan semakin terhambat.
Pembelian rokok oleh kepala rumah tangga berdampak langsung pada pengeluaran
kebutuhan pokok lainnya (Ginting et al., 2020). Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam prioritas pengeluaran rumah tangga, yang dimana kebutuhan sekunder cenderung lebih
diutamakan dibandingkan kebutuhan dasar. Akibatnya, pengeluaran kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, pendidikan anak dan layanan kesehatan seringkali mengalami pengurangan.
Selain itu, konsumsi rokok pada rumah tangga miskin dapat memperkuat siklus
kemiskinan. Belanja rokok masyarakat Indonesia menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan kemiskinan (Setiyani & Kristianto, 2023). Padahal seharusnya, dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Hal tersebut menunjukkan bahwa rendahnya investasi rumah tangga terhadap pendidikan dan kesehatan keluarga.
Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan keluarga tetap berada pada kondisi ekonomi rentan dan sulit keluar dari kemiskinan. Selain dampak ekonomi langsung, kebiasaan merokok juga memiliki dampak sosial tidak langsung. Seperti menurunnya kualitas hidup anggota keluarga, akibat keterbatasan akses gizi dan pendidikan. Dengan demikian, rokok tidak
hanya menjadi isu kesehatan tetapi juga masalah sosial yang kompleks.
Secara keseluruhan, Konsumsi rokok pada keluarga yang berpendapatan rendah di
Indonesia memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pengeluaran untuk rokok berpotensi dalam menggeser prioritas kebutuhan pokok dan memperburuk kondisi kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian yang lebih serius untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Yaitu melalui edukasi kesehatan dan literasi sejak dini, penguatan kebijakan pengendalian konsumsi rokok seperti peningkatan cukai dan pembatasan iklan, serta peningkatan masyarakat terkait dampak ekonomi rokok terhadap kesejahteraan keluarga.
Dengan langkah tersebut, diharapkan pola konsumsi dapat lebih terkendali sehingga
kesejahteraan rumah tangga dapat meningkat secata berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
Ginting, I. R., Maulana, R., Tinggi, S., Ekonomi, I., Indonesia, B., & Indonesia, U. (2020).
Dampak kebiasaan merokok pada pengeluaran rumah tangga. 09(02), 77–82.
Setiyani, M. H., & Kristianto, S. (2023). Handriati Setiyani , 2 Sony Kristiyanto Studi
Ekonomi Pembangunan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya , Indonesia.
08(September 2021), 271–280.
Supriadi, A. Y., & Rusyiana, A. (2016). BERAS ATAU ROKOK ?: Beban Ekonomis Rumah
Tangga Miskin di Indonesia 2014. 27–38