Tegas dan Rasional

Disperindag Babel Di Kunjungi DPRD Beltim. Diskusi Distribusi dan Penetapan Harga Minyak Goreng

0 16

TerabasNews, Pangkalpinang – Mengawali tahun 2022, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendapat kunjungan DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kunjungan rombongan DPRD Beltim, Rabu (09/02)  di terima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Tarmin di ruang kerjanya.

Ketua Rombongan Komisi I DPRD Beltim Suhartimi menjelaskan, kunjunganya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel dalam upaya melakukan konsultasi dan koordinasi terkait distribusi dan penetapan harga minyak goreng .

Menurutnya harga minyak goreng melambung tinggi pada bulan Desember 2021 menyebabkan terjadi keresahan di masyarakatnya, kemudian di tahun 2022 pemerintah pusat mengeluarkan peraturan baru mengenai harga minyak goreng dengan harga murah yaitu Rp.14.000/liternya sehingga dengan kebijakan tersebut masyarakat merasa terbantu namun dalam realisasinya masih ada sebagian penjual menjual dengan harga di atas yang telah ditentukan pemerintah.

Oleh sebab itu, Komisi I DPRD Beltim berharap ada penjelasan terakit hal tersebut, sehingga dengan adanya diskusi ini pihaknya bisa menjelaskan ke masyarakat apabila ada pertanyaan dan permasalahan yang terjadi nantinya.

“Akhir Desember masyarakat kualahan dengan harga minyak goreng yang sangat tinggi yaitu di Desember lalu dan ada kebijakan minyak goreng yang murah di tahun2022 ini, kami ingin tahu seperti apa pendistibusian terkait harga minyak goreng sebab masyarakat banyak yang menjual dengan harga Rp. 22.000 / liter,” katanya.

Dirinya dan pihak terakit di daerahnya berencana akan mengudang para pengusaha minyak goreng untuk duduk bersama mencari solusi harga minyak goreng yang belum di jual sesuai ketentuan.

Mengawali diskusi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Tarmin mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Beltim ke dinasnya.

Menanggapi kunjungan DPRD Beltim terkait distribusi dan penetapan harga minyak goreng, Kadis Perindag menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng dikarenakan bahan baku minyak goreng harganya naik di seluruh dunia, sehingga berdampak pada harga jual minyak goreng di masyarakat.

“Memang di akhir tahun 2022 yang lalu harga minyak goreng naik, dan kami telah melakukan oprasi pasar di Beltim, kita lakukan juga di kabupaten lainya. Harga minyak goreng naik harena harga sawit meninggi bahan bakunya,” tuturnya.

Setelah itu pemerintah pusat, mengeluarkan peraturan harga minyak goreng Rp. 14.000/ liternya dan untuk menindaklanjuti hal itu pihaknya melakukan pengawasan bersama pihak terkait. Agar tidak terjadi pedagang menjual di luar harga ketentuan dinasnya, melalui Gubernur Babel  mengeluarkan surat edaran aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk diedarkan ke Kabupaten dan Kota untuk di pedomani.

“untuk harga minyak goreng curah Rp. 11.500,00 perliternya, untuk minyak goreng kemasan sederhana Rp.13.500,00 perliternya dan Rp 14.00,00 perliter untuk minyak goreng kemasan premium,” tuturnya.

Dirinya kembali menjelaskan terkait masih adanya penjual masih menjual harga minyak goreng di luar ketentuan karena penjual atau pedagang masih memiliki stok lama yang di beli dengan harga lama. Untuk menindaklajuti hal itu, pemerintah telah memberikan jangka waktu penyesuaian harga yaitu sampai tanggal 19 Februari 2022 dan jika sampai batas tersebut masih ada yang menjual harga di luar ketentuan maka akan dilakukan pemangilan.

“Dalam rangka melihat sejauh mana impelementasi kebijakan tersebut, bisanya ada ritel lokal lebih masih menjual harga di atas Rp. 14.00/ liternya makanya ada waktu jarak dalam satu bulan sehingga nantinya bisa satu harga, kalau yang modern kebijakanya langsung dari pusat sudah bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kabid Pengendalian, Perdagangan dan Perlidungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Fadjri Djagahitam saat mendapingi Kadis Perindag Babel menegaskan pihak Disperindag Babel juga telah melakukan pengawasan ke beberapa pasar, memang hasilnya masih banyak pedagang menjual minyak goreng dengan harga yang mahal, hal itu lebih disebabkan karena penjual masih memiliki stok harga minyak lama.

“hasil ke lapangan masih banyak harga minyak goreng di jual dengan harga lebih dari ketentuan karena masih dalam proses penyesuaian. Kita juga minta kepada pihak yang berwajib jangan diberikan tindakan terlebih dahulu karena mereka penjual menghabiskan stok minyak goreng lama dengan harga lama,” pungkasnya.

Kunjungan DPRD Kabupaten Beltim di kahiri dengan foto bersama di Kantor Disperindag Babel. (Mislam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.