Categories: Pemprov Babel

Pemprov Babel Tetapkan Delapan Langkah Kebijakan Cegah Covid-19 Varian Delta

Terabasnews, Pangkalpinang – Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kepualaun Bangka Belitung untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi di daerah itu.

Sepanjang bulan ini, dari 1-18 Agustus 2021, kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertambah sebanyak 9.420 orang. Sementara kasus

yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 9.386 orang. Adapun kasus meninggal dunia Covid-19 sebanyak 380 orang, di mana secara kumulatif kasus postif di daerah itu hingga 18 Agustus 2021 sebanyak 42.794 orang.

Kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.

Apalagi saat ini sudah terjadi dan ditemukannya kasus Covid-19 varian Delta di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia Lab) yang merupakan salah satu laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) di wilayah RI yang mampu melakukan pemeriksaan dan mendeteksi varian baru Covid-19.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyatakan bahwa Corona Virus varian Delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dan cepat, namun untuk saat ini tidak ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan.

Menurut Sekretaris Satgas Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyebaran varian mutasi virus tersebut, meskipun belum terdapat data pasti dari pemeriksaan laboratorium di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), baik di Pulau Bangka maupun di Pulau Belitung.

Untuk itu, pihaknya mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait hal tersebut, antara lain:

  1. Varian Delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dan cepat, namun untuk saat ini belum ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan.
  2. Perlunya percepatan dan cakupan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat karena orang yang belum divaksin bisa menjadi sumber mutasi baru.
  3. Memperkuat tracing terhadap kontak erat di area kasus positif Covid-19, di masyarakat maupun perkantoran. Penguatan tracing juga harus dilakukan kepada kontak erat pemilik resiko tinggi yaitu, warga masyarakat dengan usia 65 tahun ke atas atau memiliki penyakit penyerta (komorbid).
  4. Memastikan proses Isolasi Terpusat (Isoter) maupun Isolasi Mandiri (Isoman) dilaksanakan dengan aman, taat, dan disiplin. Kontak erat wajib melakukan karantina tanpa terkecuali.
  5. Memperkuat dan memperketat penerapan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker double, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi kapan dan di manapun berada.
  6. Memperketat dan memastikan tidak ada kegiatan yang menimbulkan potensi kerumunan.
  7. Meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Isoter dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan berdasarkan prinsip keselamatan dan kepedulian sosial.
  8. Pasien yang positif diwajibkan melakukan Isoter yang disediakan oleh pemerintah maupun komunitas.

Selain itu, berdasarkan rapat dan koordinasi yang dilakukan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan Forkopimda, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Babel, serta pemangku kepentingan terkait, telah disusun beberapa langkah strategis guna mengatasi meluasnya wabah Covid-19 ini. Langkah tersebut di antaranya:

  1. Meningkatkan kapasitas layanan Rumah Sakit Covid-19, logistik dan Sumber Daya Manusia untuk penanganan Covid-19 di tiap kabupaten/kota.
  2. Memastikan ketersediaan oksigen dengan menurunkan Satgas Oksigen.
  3. Percepatan distribusi obat dan suplemen gratis bagi pasien positif.
  4. Menaikkan kapasitas tracing dan testing dengan menurunkan Satgas Tracing dan Tracking.
  5. Perlunya peran serta aktif dari seluruh masyarakat utk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya dengan memperkuat dan memperketat penerapan protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi secara masif dengan menurunkan Satgas Vaksin.
  6. Mempersiapkan dan mengaktifkan seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk membuka Isoter dengan menurunkan Satgas Isoter.
  7. Menyiapkan dan mengoptimalkan anggaran pemerintah,masyarakat, dan dunia usaha dalam penanganan Covid-19 dengan menurunkan Satgas Anggaran.
  8. Semua Satgas yang dimaksud di atas, telah dibentuk oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Babel dan siap diturunkan ke wilayah se-Babel dengan prioritas zona merah.

Tes Antigen di Lokasi Puskesmas, Hingga Ke Rumah Warga

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meminta kepada Satgas Cpvid-19 untuk melakukan tes antigen kepada masyarakat yang daerahnya terjadi kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi.

Salah satu daerah yang akan dilakukan tes antigen di lokasi puskesmas hingga ke rumah warga tersebut, yaitu di daerah Desa Tanjung Labu di Pulau Lepar.

Hal itu perlau dilakukan, karena Dirinya mendengar banyak warga yang meninggal dunia disebabkan sebelumnya menderita Demam Awer (salah satu penyakit musiman yang dipercaya oleh masyarakat Pulau Lepar.

Dalam laporan yang masuk ke Gubernur Erzaldi, dikatakannya dengan gejala berupa demam, batuk, pilek, sesak nafas. Batuk pilek biasa menurutnya, tetapi jika disertai sesak nafas ini tergolong berat.

“Terserah warga mau bilang itu Demam Awer, tapi kewajiban kami mau melindungi warga. Jangan sampai nanti, Awer ini kemana-mana,” katanya.

Gubernur menjelaskan kepada warga, bahwa jika gejala batuk pilek ini disertai sesak nafas, ini sangat berbahaya. Dikhawatirkan jika orang-orang tua yang juga harus tertular. Usia 60 tahun ke atas dikhawatirkan sulit melawan penyakit ini dan berakhir dengan meninggal dunia.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa Satgas tracing dan tracking juga akan diturunkan untuk memastikan jumlah terdeteksi positif Covid-19 yang kemudian harus dilakukan Isolasi Terpusat (Isoter) dan jika terlalu banyak maka pemerintah akan mendatangkan bantuan Isoter dari Kapal TNI.

Sinergitas Lima Elemen Subsatgas Pacu Percepatan Penanganan Covid-19

Demi memacu percepatan penanganan lonjakan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah bersama pemangku kepentingan terkait terus bersinergi dalam Rapat Teknis Tindaklanjut Pembentukan Subsatgas percepatan penanganan Covid-19, Kamis (19/08).

“Kunci bergerak yang pertama adalah adanya ketersediaan, pendukung, sinergi dan kemudian lakukan pergerakan. Jadi, ketika kita akan melakukan tracing dan tracking, kita harus tahu mana alatnya, mana rapid test antigennya, inventarisasi sumbernya, sehingga dapat dilakukan dalam satu waktu. Kita juga harus jelas bagaimana mekanisme pelaksanaannya, apakah dilakukan secara sporadis atau sistematis,” jelas Wagub.

Adapun struktur kerja tim satgas dipaparkan secara langsung oleh Wakapolda Babel, Brigjen Pol Umardani yang terdiri dari lima eleman, yakni :

  1. Subsatgas Edukasi dan Sosialisasi dari unsur Dinkes, Kemenag, MUI, Disdik Babel, TNI dan Polri;
  2. Subsatgas Mobilisasi dari unsur TNI, Polri, Pol PP, Lurah/Kades dan Relawan;
  3. Subsatgas Vaksinasi dari unsur TNI, Polri, Dinkes, Mitra, Politikes, SPK/Kebidanan dan IDI;
  4. Subsatgas Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari unsur TNI, Polri, BPBD, KKP, dan Dinkes;
  5. Subsatgas Data dan Laporan dari unsur Dinkes, TNI dan Polri.

Melihat paparan yang disampaikan Wakapolda Babel, Wagub mengarahkan agar subsatgas yang akan dibentuk ini dapat memahami tugas dan beban kerjanya masing – masing sehingga dapat mengoptimalkan kerja masing-masing subsatgas yang terdiri dari lima elemen tadi. Kemudian hasil dari rapat ini dapat dilaporkan kepada gubernur.

Dirinya menyebut tim pergerakan satgas ini juga harus saling bersinergi dengan tingkat Kabupaten/Kota hingga Kecamatan. Tugas Provinsi dalam hal ini adalah mengadvokasi, mengevaluasi, mendorong serta menguatkan terutama kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam penanganan percepatan Covid-19.

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan agar masing-masing Subsatgas dapat mengurai berapa beban kerja yang harus dilakukan sesuai jumlah penduduk Babel sebanyak

kurang lebih 1.517.580 jiwa. Dengan rumusan tersebut, ia mengharapkan dapat menentukan berapa banyak orang dengan wajib vaksin. Tujuannya tidak lain untuk menentukan kebutuhan vaksin dan ketersediaan vaksin yang tersedia, dan menentukan target vaksin dalam satu hari.

Terkait isoter, Wagub menjelaskan bahwa tiap Kabupaten/Kota di Babel harus memiliki isoter terpadu, seperti yang sudah tersedia di Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Tengah. Kedepan isoter akan diadakan hingga tiap Kecamatan.

Sementara itu, Wakapolda Babel, Brigjen Pol Umardani mengatakan pihaknya siap melaksanakan amanah terkait percepatan Covid-19 dengan catatan bahwa segala sesuatu yang dapat dikerjakan bersama-sama, karena tidak ada sehebat apapun sebuah institusi bisa melakukan sendiri, dibutuhkan kolaborasi, kerjasama, koordinasi serta sinergitas.

“Mari kita memperbaiki kinerja kita sehingga mampu menekan angka laju penyebaran Covid-19. Alhamdulillah laporan harian saat ini Babel grafiknya semakin menurun dan membaik,” ujarya.

Wakapolda menjelaskan kondisi di lapangan saat ini tercatat, 21 orang masyarakat menjadi target yang harus divaksin tiap satu orang vaksinator, dengan catatan 938 jumlah total vaksinator yang ada di Babel bekerja semua. Padahal 938 orang ini tidak setiap hari bertugas sebagai vaksinator.

Hal ini tentunya perlu didorong oleh tenaga kesehatan sebagai relawan yang dikonversi menjadi tenaga vaksinator dari tim relawan dengan bersinergi dengan Dinkes dan BKKBN. Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta rapat dari unsur Polri yang menyarankan untuk menambah relawan vaksinator dari unsur sekolah kebidanan untuk diberdayakan sebagai mitra yang menunjang operasionalisasi dengan sistem honororium sebagai apresiasi.

Selain itu dijelaskan Wakapolda, jumlah gerai vaksin aktif saat ini dari unsur TNI, Polri dan Pemda berjumlah total 88 gerai dimana satu gerai harus melayani rata-rata target 20.000 per hari, maka 1 gerai harus melayani 227 orang per hari. Wakapolda mengatakan perlu menerapkan strategi dalam mengatasi hal tersebut.

“Saat ini, kita masih melaksanakan tugas secara parsial atau sendiri-sendiri yang bersifat istansional sehingga capaiannya tidak optimal. Maka diputuskan

dibentuklah satgas yang menggabungkan tiga unsur utama, yakni TNI, Polri dan Pemerintah Daerah atau Dinas Kesehatan sebagai unsur utama,” jelasnya.

Wakapolda menjelaskan tidak ada lagi target Polri berapa, TNI berapa atau Dinas Kesehatan berapa. Semua dijadikan satu, duduk bersama dalam satu meja dalam Bentuk satgas, sehingga optimisme capaian akan optimal.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Andri Nurtito mengatakan hambatan yang dirasakan apabila dilakukan vaksinasi masal adalah antusiasme masyarakat cukup baik, namun disaat yang bersamaan tidak dapat menghindari adanya kerumunan.

Tapi sekarang sudah ada inovasi dari Kabupaten untuk membuat aplikasi sehingga peserta vaksinasi dapat hadir sesuai jam yang ditetapkan. Akan tetapi tidak semua peserta vaksin adalah IT minded sehingga masih datang dan berkerumun.

“Ada beberapa vaksinator yang akhirnya tertular. Dan ini merupakan kendala yang harus dipikirkan, dan vaksinator kita saat ini menjadi sasaran tracing dan tracking juga nantinya,” jelasnya.

Andri berharap alokasi vaksin yang diberikan dapat lebih banyak lagi untuk mengimbangi kecepatan vaksinasi harian yang telah ditetapkan.

“Jadi, kecepatan tertinggi saat ini baru 8000 suntikan perhari mengimbangi ketersediaan vaksin. Pada prinsipnya kami dari sektor kesehatan siap untuk percepatan, namun kami butuh bantuan dari TNI, Polri, lintas sektor termasuk BKKBN, BPBD dan Dinsos,” ujarnya.(hend)

TerabasNews

Recent Posts

Pemilihan RT/RW Kelurahan Taman Bunga Berlangsung Kondusif, Partisipasi Pemilih Hampir 60 Persen

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pesta demokrasi warga kembali digelar dalam rangka menjalankan Peraturan Wali Kota Pangkalpinang…

10 hours ago

Hadapi Penilaian Adipura 2026, Pemkab Bangka Selatan Gelar Rakor Strategi KIE Pengelolaan Sampah

TerabasNews, BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar rapat…

1 day ago

HUB UMK Babel Perkuat Sinergi dengan BPBD Babel untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Pelaku UMK

TerabasNews, Pangkalpinang, 6 April 2026 — HUB UMK Bangka Belitung memperkuat sinergi dengan BPBD Provinsi…

1 day ago

Pemuda di Bangka Selatan Diringkus Polisi, Polisi Amankan 7,90 Gram Sabu

TerabasNews, Bangka Selatan - Personil Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil menangkap seorang pemuda…

1 day ago

<em>Berkas Dinyatakan P21, Polda Babel Limpahkan Dirut dan PJO CV. Tiga Bersaudara Ke Kejari Pangkalpinang</em>

TerabasNews, Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung melimpahkan (tahap II) dua tersangka perkara insiden tambang Pondi…

1 day ago

PT TIMAH Perkuat Kreativitas Pemuda, Dorong Ekosistem Kreatif di Wilayah Operasional

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas pemuda…

1 day ago