Tegas dan Rasional

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Disperindag Babel Gelar Rakor Ketersediaan Sembako

0 36


TerabasNews, Pangkalpinang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di tahun 2021, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa pagi (23/3) mengelar Rapat Kordinasi (Rakor) Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Disperindag Provinsi Babel di hadiri unsur terkait diantaranya dari Polda Kepulauan Babel, Porum Bulog Cabang Bangka, Dinas Perhubungan Provinsi Babel, Dinas Pertanian Provinsi Babel dan Disperindag Kabupaten dan Kota serta unsur terkait lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Sunardi mengharapkan agar semua lembaga atau dinas yang turut hadir dalam rapat tersebut untuk bersama-sama memantau secara terus menerus kondisi ketersediaan bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
“Kita harus fokus yaitu jelang pusa, lebaran dan pasca lebaran. Itu harus di pantau kondisi di lapangan supaya di ketahui persis keadaan ketersediaan bahan pokok di masyarakat,” katanya.
Mengenai ketersediaan bahan pokok lajut Sunardi, dinasnya selalu mendata ketersediaan pasokan bahan pokok dalam setiap harinya yaitu selalu berkoordinasi dengan para pengusaha untuk meminta informasi data ketersediaan bahan pokok.
Sementara itu, Armaini Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Babel menjelaskan rapat yang dilaksanakan ini untuk mendapatkan data dari dinas terkait mengenai ketersediaan bahan pokok misalnya saja dari Dinas Pertanian Babel seperti data beras dan cabai. Sementara itu untuk terkait distribusinya yaitu ditangani oleh Dinas Perhubungan Provinsi Babel, untuk meminta penjelasan pendistribusian angkutan kebutuhan bahan pokok.
“Jika distribusi terhambat, akan mempengaruhi ketersediaan barang dan harga. Kita yang hadir dalam rapat ini berharap mendapatkan data gambaran untuk menstabilkan harga Bapok jelang ramadhan,’ tuturnya.
Selain itu, dengan adanya pertemuan ini juga semua persoalan-persoalan terkait ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting yang ada di instansi masing-masing dapat di ketahui dan dapat dicarikaan solusinya.
“Harapan kita dalam rapat ini mendapatkan data-data dan persoalan apa saja yang dihadapi oleh masing masing dinas terkait, terutama menyakut pasokan daging sapi yang tingkat kebutuhan dan ketersediaan jauh berbeda. Ini yang harus kita sikapi dan solusi apa yang harus kita carikan solusinya dan sehingga para pemangku kepentingan dalam rangka mengamankan ketersediaan Bapok jelang perayaan Idul Fitri dapat teratasi dengan baik sehingga tdk ada kendala apapun,’ ujarnya.
Mengenai stok bahan pokok, Armaini menegaskan stok bahan pokok jelang hari besar kegamaan aman dan terkendali namun yang perlu dikhawatrikan adalah masalah harga bahan pokok yang biasanya akan naik jelang perayaan Iidul Fitri. Oleh sebab itu dirinya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah harga nantinya dapat diantisipasi jika terjadi lonjakan.
“Melihat gambaran saat ini stok bahan pokok aman dan terkendali, persoalannya harganya yang dikhawatirkan sebab jika dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggujawab maka harga akan naik dan ini akan kita antisipasi,” ujarnya.
Rapat Kordinasi (Rakor) Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, di tambahakan Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Mardian AZ, memiliki maksud untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi data terkait kestabilan stok dan harga bahan pokok menjelang pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan persiapan rapat koordinasi provinsi dengan semua stakeholder terkait ketersediaan bapok dan harganya.
Sementara tujuannya sendiri, dikatakan Dia untuk melakukan sinergi dengan pelaku usaha dan semua stakeholder dimana memastikan ketersediaan bapok dan mengendalikan harga, agar tidak bergejolak di masyarakat, selain itu memastikan tidak terjadi upaya-upaya dari pihak yang ingin mengambil keuntungan yang tidak wajar dalam kondisi menjelang HBKN. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.