Tegas dan Rasional

Dukung Bangun Rumah Dhuafa, Dandim 0105/AB Ajak Masyarakat Masyarakat sisihkan 10.000 rupiah perbulan

0 113

TerabasNews – MEULABOH | Komandan Kodim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf. Dimar Bahtera S.Sos., M.A.P, memberikan dukungan kepada Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (GARDA Indonesia) dengan menjadi donatur tetap melalui #Gerakan10Ribu untuk membantu kaum Dhuafa di Aceh.

Dukungan tersebut disampaikannya secara langsung kepada Inisiator GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc sesaat setelah berlangsungnya kegiatan komunikasi sosial dengan komponen bangsa yang berlangsung di Coffee Estrella Jalan Iskandar Muda Desa Ujong Kalak Kecamatan Johan Pahlawan, Jum’at (11/12/2020).

Selain Dandim, pada kesempatan yang sama, GARDA Indonesia juga mendapat dukungan dari Pasiter Kodim 0105/AB yang juga Danramil Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kapten Inf. Hendra Saputra. Bapak Hendra bergabung menjadi donatur tetap 10.000/bulan, juga mengikutsertakan 5 anggota keluarga sebagai donatur tetap.

Dimar mengapresiasi gerakan sosial yang digagas oleh Dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar itu karena nilainya dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya dan keluarga siap mendukung penuh gerakan sosial ini dengam bergabung menjadi donatur tetap.” Jelas Dimar

Lebih lanjut, Dimar juga bersedia untuk menyampaikan gagsan ini kepada organisasi dan komunitas lainnya di Aceh Barat seperti FKPPI, Pemuda Pancasila dan lain-lain.

“Kita akan mengajak komunitas dan organisasi sosial lainnya di Aceh Barat untuk ikut berkolaborasi dalam membantu kaum dhuafa dengan cara gotong royong. Dengan bersama-sama, beban seberat apapun akan mampu kita emban.” Tutur Dimar

Sementara itu, Aduwina Pakeh mengaku senang dan terharu atas dukungan yang diberikan oleh orang nomor 1 di jajaran Kodim 0105/Aceh Barat.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan yang sangat luar biasa ini. Dengan bergabungnya bapak Dandim, harapan kami kedepan seluruh personil TNI lingkup Kodim 0105/AB dapat ikut serta bergabung sebagai donatur tetap 10.000 rupiah perbulan.” Kata Aduwina Pakeh

Lebih lanjut ia menjelaskan, GARDA Indonesia mengusung konsep #Gerakan10Ribu rupiah dengan cara mengajak masyarakat bergabung menjadi donatur tetap dengan memberikan donasi Rp. 10.000 perbulan/perorang. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan untuk pembangunan/rehabilitasi rumah Dhuafa (tidak layak huni).

Untuk membangun/merehabilitasi sebuah rumah membutuhkan biaya yang besar, maka untuk itu dibutuhkan jumlah donatur yang banyak dengan nilai donasi yang sama agar memudahkan dalam sosialisasi maupun terkait transparansi.

Gerakan sosial ini lahir atas sikap keprihatinan terhadap masih ditemukannya masyarakat kurang mampu (kaum dhuafa) yang tinggal dirumah-rumah yang tidak layak huni yang tersebar diberbagai daerah di Aceh. Kehadiran GARDA bagian dari partisipasi masyarakat dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah.

Hanya Rp. 10.000 rupiah perbulan, namun secara berkelanjutan. Sementara jika ingin mendonasikan lebih dari 10.000 dipersilahkan dengan cara menambah daftar nama donatur. Contohnya jika kesediaan 50 ribu perbulan berarti untuk 5 orang donatur (satu keluarga).

“Kita bermimpi suatu saat nanti jumlah donatur yang bergabung dalam GARDA Indonesia bisa mencapai 10.000 orang. Sehingga jika dikalkulasikan 10.000 orang donatur dikalikan 10.000 rupiah perbulannya, maka akan terkumpul donasi sebanyak 100.000.000 (seratus juta rupiah). Dengan dana sebesar itu, kita akan mampu membangun minimal 2 rumah sederhana bertipe 6×6 atau merehabilitasi sebanyak 4 – 5 rumah kaum dhuafa” Jelas Pria kelahiran Lawet, Pante Ceureumen, Aceh Barat ini.

Alumni University Malaysia Terengganu (UMT) ini juga mengatakan hingga hari ini jumlah donatur yang telah bergabung dalam GARDA Indonesia seramai 1.130 orang atau 11,3 persen dari yang ditargetkan. “Alhamdulillah, donatur yang bergabung bersama kita dalam gerakan sosial ini setiap hari bertambah dan dari berbagai latar belakang yang berbeda baik sosial, politik, ekonomi dan lainnya. Intinya kita mengusung konsep kesetaraan dan gotong royong dalam gerakan ini.” Pungkasnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.