Tegas dan Rasional

Kontak Dengan Pasien Corona Tidak Surutkan Semangat Meliput Berita

0 18

TerabasNews – Untuk menjadi Wartawan yang profesional dilatih keras harus mampu melawan berbagai resiko, hanya untuk mendapatkan informasi akurat dari narasumber untuk di kemas dalam berita dan disampaikan ke masyarakat.


Apalagi ditengah pandemi Corona virus Disease 2019 atau COVID-19, seringkali narasumber yang ingin diwawancarai bisa berpotensi terinfeksi COVID-19 sebelum ketahuan atau di uji swab.


Seperti pada kasus dua orang wartawan yang kontak langsung dengan Kepala UPT Labkesda, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, Y yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada tanggal 10 Oktober 2020 lalu.


Kronologisnya, dua wartawan  tersebut berinisial AM dan RS sedang melaksanakan tugas peliputan di Labkesda Bangka Selatan, pada tanggal 6 Oktober 2020 lalu untuk mencari bahan berita.


Kebetulan hari itu, seluruh peserta yang menghadiri deklarasi pilkada damai di provinsi dilakukan uji swab di Labkesda Basel buntut dari meninggalnya Almarhum Bupati petahana Bangka Tengah karena COVID-19.


“Jadi kita follow up berita ke Labkesda Basel karena ada komisioner dan beberapa Paslon yang melakukan uji swab. Kebetulan yang menjadi narasumber ibu Y selaku kepala UPT Labkes Basel,” ujar AM wartawan di Bangka Selatan, pada Sabtu (28/11).


Kendati demikian, riwayat Y pada hari itu melakukan perjalanan mengantar hasil atau sample swab ke Labkes Provinsi Babel untuk di periksa.


“Setelah tanggal 6, 7 dan 8 yang bersangkutan tetap mengantarkan hasil swab ke labkes Babel. Ditanggal 8 juga kebetulan ibu Y melakukan uji swab dengan salah satu Paslon Pilkada Basel, namun hasil swab keluar tanggal 10 Oktober menunjukkan ibu Y Positif COVID-19,” ujarnya.


Meski kontak langsung dengan Y, AM dan RS saat melakukan tugas peliputan tetap melaksanakan protokol kesehatan sebaliknya juga Y saat diwawancarai saat itu.


“Karena itu kita inisiatif ke Dinkes Basel untuk lakukan Rapid Tes dengan pengambilan darah dari pembuluh vena. Alhamdulillah hasilnya Non Reaktif, dan juga tidak ada gejala sakit lainnya,” sambungnya.


Meski tugas profesi ini banyak resiko tertular virus Corona di tengah pandemi, mereka tak pandang buluh untuk melaksanakan tugas jurnalistik untuk disampaikan ke masyarakat luas.


“Setidaknya kita sudah menyampaikan informasi penting ke masyarakat, kita melaksanakan tugas jurnalistik dengan baik dan berbagai resiko pun harus kita hadapi demi masyarakat,” ujarnya.


kami juga berpesan kepada teman-teman seprofesi untuk selalu mematuhi Prokes Covid-19, selalu memakai masker ketika liputan dan sering mencuci tangan serta tetap menjaga jarak dengan Nara sumber. (hend)

Leave A Reply

Your email address will not be published.