Tegas dan Rasional

Noni Hidayat: Nilai Tradisi Lokal Nganggung Masih Memiliki Tempat Penting di Tengah Kehidupan Masyarakat Modern

0 274

TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menilai suasana kebersamaan yang tercipta dalam Festival Nganggung menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat modern.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Nganggung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa (25/8/2026).

“Di sini antara pemerintah dengan masyarakat kita berbaur, bersilaturahmi, dan mengikhtiarkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan acara seperti ini terus kita laksanakan, semakin banyak, semakin ramai,” ucap Noni Hidayat.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus Suryadi, yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan bahwa Nganggung merupakan salah satu cerminan jati diri masyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurut Agus, tradisi Nganggung juga menjadi simbol persatuan karena seluruh masyarakat dapat duduk bersama tanpa membedakan status sosial, usia, maupun latar belakang.

Karena itu, Agus mengajak masyarakat untuk terus menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan yang mampu mempererat persatuan sekaligus menjadi modal dalam pembangunan daerah.

“Festival Nganggung ini cerminan jati diri masyarakat Bangka Belitung yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Melalui Festival Nganggung, mari kita terus menjaga persatuan dan menjadikan budaya sebagai kekuatan pemersatu sekaligus modal pembangunan daerah,” ajak Agus.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Adat Melayu Tuatunu, Zulkipli, mengatakan Nganggung merupakan simbol kebersamaan yang tidak mengenal batas sosial, ekonomi, usia, maupun gender.

Menurut Zulkipli, tradisi tersebut mempertemukan masyarakat dalam satu ruang yang sama untuk duduk bersama dan menikmati makanan yang beraneka ragam.

“Nganggung adalah simbol dari persatuan dan kesatuan di antara kita. Dengan nganggung inilah kita dapat bersama-sama duduk di sini, makan makanan yang beraneka ragam,” ujar Zulkipli.

Zulkipli mengingatkan agar tradisi Nganggung tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus dipelihara sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

“Adat istiadat dan budaya lokal inilah yang harus kita lestarikan di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penetapan Tradisi Nganggung sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi lokal tersebut.

Penulis: Vera
Foto/Video: Ibnu/Ferdinand
Editor: J. Suprana

Leave A Reply

Your email address will not be published.