Tegas dan Rasional

Dukung P4GN, Bangka Tengah Siap Terapkan Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

0 276

TerabasNews, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menyatakan komitmen kuat dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba melalui penguatan kurikulum pendidikan dan sinergi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam.

Pernyataan itu diungkapkan usai ia menghadiri kegiatan pembekalan Saka Anti Narkoba yang turut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Nizam menjelaskan bahwa Kepala BNN RI menekankan pentingnya pemberdayaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salah satu inovasi unggulan yang telah berjalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah program IKAN BERSINAR (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Bersinar).

“Program IKAN BERSINAR ini merupakan kurikulum anti narkoba pertama yang diterapkan di Bangka Belitung dan rencananya akan diterapkan secara nasional,” ujar Nizam.

Selain IKAN BERSINAR, Nizam juga menyinggung program ANANDA BERSINAR (Agenda Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak). Program ini menitikberatkan pada pembentukan generasi muda bebas narkoba melalui aksi nasional yang dimulai sejak usia dini.

Sinergi Lintas Pemerintah Jadi Kunci

Menurut Nizam, keberhasilan upaya pencegahan narkoba sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara BNN, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota. Ia berharap implementasi program ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Bangka Tengah.

“Kami berharap sinergi ini sampai ke tingkat kabupaten, sehingga anak-anak di Bangka Tengah, Bangka Belitung, hingga seluruh Indonesia bisa terbebas dari narkoba,” katanya.

Nizam juga mengapresiasi antusiasme dan pemahaman generasi muda yang terlihat selama kegiatan berlangsung. Respons positif yang diberikan peserta dinilai sebagai tanda kesiapan anak-anak dalam mendukung gerakan anti narkoba.

“Respon anak-anak sangat luar biasa. Mereka mampu menjawab dengan baik, ini menandakan generasi muda kita punya pemahaman yang kuat,” ujarnya.

Integrasi ke Mata Pelajaran

Sebagai wujud dukungan nyata, Pemkab Bangka Tengah akan mendorong implementasi kurikulum anti narkoba di tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama (SD dan SMP), mengingat kewenangan jenjang SMA berada di pemerintah provinsi.

Materi edukasi ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam beberapa mata pelajaran, seperti pendidikan agama, olahraga, hingga sains, guna membangun kesadaran menyeluruh tentang bahaya narkoba.

“Pemkab Bangka Tengah siap mendukung penuh program ini agar dapat diterapkan di sekolah dasar dan SMP, sehingga edukasi anti narkoba bisa dimulai sejak dini,” tutupnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.