Tegas dan Rasional

Pemkab Bangka Selatan Targetkan PAD Rp100,7 Miliar pada 2025

0 1,341

Terabasnews, Toboali – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan Arianto mengatakan, pada tahun anggaran 2025 Pemkab Bangka Selatan menargetkan PAD sebesar Rp100,7 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp83,4 miliar.

“Target PAD tahun 2025 sebesar Rp100,7 miliar, meningkat dari target tahun 2024. Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik,” kata Arianto, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, PAD bersumber dari potensi daerah yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Menurut Arianto, realisasi PAD Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2025 mencapai Rp96,36 miliar atau sekitar 90 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut dinilai cukup baik meskipun belum sepenuhnya memenuhi target.

“Capaian ini menunjukkan tren positif, namun tetap perlu evaluasi dan optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan agar target PAD dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya.

Arianto mengakui, realisasi PAD pada tahun sebelumnya masih menjadi tantangan. Pada 2024, capaian PAD belum sepenuhnya memenuhi target sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja pendapatan daerah.

Selain PAD, struktur keuangan daerah Bangka Selatan masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pendapatan transfer tersebut meliputi Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, serta Dana Bagi Hasil.

“Realisasi pendapatan transfer pada tahun 2025 mencapai Rp847,043 miliar atau sekitar 96 persen dan masih menjadi sumber utama pembiayaan APBD Bangka Selatan,” jelas Arianto.

Ia menambahkan, realisasi opsen pajak kendaraan bermotor pada 2025 tercatat sekitar 77 persen atau sebesar Rp10,303 miliar. Sementara itu, realisasi opsen bea balik nama kendaraan bermotor mencapai 117 persen atau sebesar Rp7,7 miliar.

Menurut Arianto, kontribusi opsen pajak tersebut sangat membantu pembiayaan pembangunan daerah, terutama pada sektor infrastruktur dan program-program prioritas lainnya.

Pemkab Bangka Selatan menilai ketergantungan terhadap dana transfer masih cukup tinggi, sementara kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah relatif kecil. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penggalian potensi lokal, peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, serta penguatan sektor unggulan daerah.

“Dengan peningkatan PAD yang berkelanjutan, diharapkan Bangka Selatan dapat memperkuat kemandirian fiskal, mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, serta mempercepat pembangunan daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Arianto.

Leave A Reply

Your email address will not be published.