Pemkab Bangka Tengah Gandeng IPB University untuk Kembangkan Ekonomi Biru dan Tekan Stunting
Terabasnews, Koba – Pemkab Bangka Tengah bekerja sama dengan IPB University dalam Program Dana Padanan Kedaireka 2025. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi biru, meningkatkan swasembada pangan lokal, dan menurunkan angka stunting.
Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, mengatakan program tersebut sejalan dengan Dasa Cita RPJMD 2025–2029 yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai prioritas pembangunan.
“Inovasi dan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Kemampuan pelaku perikanan mengadopsi teknologi baru sangat menentukan kualitas dan daya saing produk,” kata Nizam, Selasa.
Ia menilai kolaborasi dengan IPB melalui diseminasi, bimtek, dan pelatihan dapat meningkatkan kapasitas SDM perikanan di daerah. Ia berharap teknologi yang dibawa IPB bisa diterapkan langsung oleh pelaku usaha sehingga hasil tangkap nelayan lebih maksimal dan hilirisasi blue food semakin berkembang.
Ketua Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB, Prof Erika Budiarto Laconi, menjelaskan Program Kedaireka 2025 berfokus pada hilirisasi produk blue food dengan dukungan mitra industri, termasuk PT Timah.
Menurut Erika, IPB berperan dalam pendampingan inovasi dan penerapan hasil riset di masyarakat. Sejak 2021, IPB melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan di Bangka Tengah, seperti pelatihan pengolahan hasil laut dan pemanfaatan kolong bekas tambang untuk budidaya ikan.
“Dengan dukungan CSR dan lembaga keuangan, replikasi teknologi diharapkan makin luas sehingga kualitas dan nilai ekonomi produk perikanan meningkat. Bangka Tengah kami harapkan menjadi pionir industrialisasi olahan perikanan di Bangka Belitung,” ujar Erika.