Kemewahan Pesta Pernikahan, Mengapa Demikian?
T. Nabila Arabela
TerabasNews – Dari pengertiannya menurut KBBI, nikah adalah perjanjian perkawinan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Dari akad itu juga, muncul hak dan kewajiban yang mesti dipenuhi masing-masing pasangan.
Pernikahan juga merupakan hal yang sakral dimana kita mengucapkan janji dihadapan Tuhan yang maha esa. Sebagian orang berpendapat bahwa pernikahan harus dilaksanan secara besar-besaran dan sebagian lagi memilih melaksanakan pernikahan secara sederhana.
Pernikahan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan itu terdiri dari kebutuhan emosional, biologis, rasa saling membutuhkan. Dengan menikah, suami atau istri dapat saling melengkapi satu sama lain. Jika merasa cocok, kedua-duanya akan memberi dukungan, baik itu dukungan moriel atau materiel, penghargaan, serta kasih sayang yang akan memberikan ketenangan hidup bagi kedua pasangan dan dengan menikah, seorang muslim akan terhindar dari dosa zina.
Keluarga berfungsi sebagai sumber dukungan emosional yang sangat penting bagi pasangan yang akan menikah. Dukungan ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang sering timbul dalam persiapan pernikahan. Campur tangan yang berlebihan dari orang tua atau kerabat dapat menjadi ancaman bagi hubungan pernikahan. Pasangan harus menetapkan batasan yang sehat dan melakukan komunikasi yang jujur dengan keluarga untuk menghindari campur tangan yang berlebihan. Orang tua memiliki peran khusus dalam pernikahan anak-anak mereka. Mereka dapat memberikan pandangan berharga berdasarkan pengalaman hidup mereka, namun juga harus ingat bahwa keputusan akhir ada pada pasangan sendiri.
Orang tua yang mendukung tanpa mencegah kemandirian anak adalah kunci untuk keberhasilan pernikahan. Keluarga juga berperan dalam merencanakan pernikahan yang sukses. Mereka dapat membantu dalam memilih tempat pernikahan, membantu dalam persiapan acara, dan memberikan dukungan moral kepada pasangan yang akan menikah. Keluarga yang mendukung hubungan pernikahan anggota keluarganya cenderung memiliki ikatan yang lebih kuat dan harmonis.
Banyak sekali orang tua yang ingin anak pertamanya terlebih lagi anak perempuan untuk melaksanakan pernikahan secara besar-besaran, mengapa demikian? karena Pernikahan adalah momen yang sangat penting dalam kehidupan, dan sering kali orang tua memiliki harapan tertentu terkait pernikahan anak-anak mereka. Para orang tua ingin di hari penting anaknya itu banyak yang menyaksikan terlebih lagi itu terjadi hanya sekali seumur hidup bagi anaknya. Di banyak budaya juga, pernikahan merupakan acara besar yang melibatkan keluarga, teman, dan komunitas.
Orang tua mungkin merasa bahwa pernikahan yang besar adalah cara untuk menghormati tradisi dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan. Bahkan Pernikahan sering kali dianggap sebagai refleksi dari status sosial dan prestise keluarga. Orang tua mungkin ingin menunjukkan kebanggaan mereka atas anak-anak mereka dengan mengadakan pernikahan yang megah. Meskipun harapan orang tua sangat penting, penting juga untuk mempertimbangkan keinginan pasangan pengantin.
Namun, sering kali seorang anak tidak menginginkan pernikahan secara besar-besaran. Karena mereka menganggap pernikahan secara besar-besaran membuat makna pernikahan itu menjadi berkurang karena ornamen yang ada dapat mengalihkan fokus para tamu undangan dari pengantin. Sehingga kebanyakan orang di zaman sekarang melaksanakan pernikahan secara sederhana, agar dapat merasakan makna dan khidmat dari pernikahan tersebut. Keinginan anak untuk mengadakan pernikahan sederhana adalah hal yang semakin umum di kalangan generasi muda saat ini. Banyak faktor yang mempengaruhi pandangan ini, dan penting bagi orang tua untuk memahami serta menghargai keinginan tersebut.
Menghadapi keinginan orang tua untuk pesta pernikahan mewah sementara kita sebagai anak menginginkan kesederhanaan juga dapat menjadi tantangan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengajak orang tua berdiskusi tentang harapan dan kemampuan finansial, kita juga dapat menyampaikan keinginan untuk merayakan dengan cara yang lebih sederhana namun tetap bermakna. Serta fokus pada tujuan pernikahan dengan mengingatkan bahwa inti dari pernikahan adalah kebersamaan dan doa, bukan sekedar kemewahan. (**)