Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Dindik Bangka Tengah Bangun Dua Sekolah Formal dan Nonformal
TerabasNews, BANGKA TENGAH – Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pendidikan membangun dua sekolah formal dan non formal.
“Alhamdulillah tahun ini sekolah formal dan non formal sudah selesai kita bangun, untuk sekolah formalnya ya itu SMPN 3 Koba di daerah Simpang Jongkong, Kelurahan Simpang Perlang, sedangkan sekolah non formalnya kita bangun Gedung Satuan Pendidikan Nonformal SKB di Komplek eks PT Koba Tin, Kelurahan Padang Mulia, dan kedua bangunan sekolah itu sudah di resmikan oleh bapak Bupati Algafry,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Iskandar, (25/1/1/23) di ruang kerjanya.
Lanjut Iskandar, untuk tahap pertama SMPN 03 Koba baru membangun dua ruangan, dan kedepannya akan dilakukan penambahan bangunan sehingga dapat menampung siswa yang bertempat tinggal di Desa Nibung, Simpang Perlang dan Padang Mulia.
“Tentu saja kedepannya akan kita ada penambahan bangunan sehingga siswa yang dari Nibung, Simpang Perlang, Jongkong dan Padang Mulia bisa bersekolah disini, dan mereka tidak semuanya mendaftar ke SMPN 1 Koba, ya pada intinya pembangunan ini untuk mendekatkan zonasi,” terangnya.
Masih kata Iskandar, selain membangun bangunan SMPN 03 Koba, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah juga membangun gedung sekolah non formal, ya itu Sanggar Kegiatan Belajar, yang di peruntukkan bagi pendidikan non formal paket A, B dan C.
“Pembangunan SKB ini untuk mengejar ketertinggalan kita dalam rata-rata lama sekolah, rata-rata lama sekolah itu kan dihitung 25 tahun keatas, ternyata di Kabupaten Bangka Tengah banyak sekali yang putus sekolah, SMP saja mencapai 45 ribu lebih, jadi untuk meningkatkan secara signifikan rata-rata lama sekolah ini kita membangun SKB,” terangnya
Ia berharap dengan ada Sanggar Kegiatan Bersama ini, dapat menjadi motivasi bagi anak-anak agar tetap semangat bersekolah tidak putus sekolah.
“Peserta didik di SKB ini rata-rata usia di atas 40 tahun lebih, nah ini lah harapan kami bisa menjadi motivasi bagi anak-anak agar tidak putus sekolah, yang tua saja masih bersekolah, kenapa yang muda tidak mau sekolah, inilah yang kami gembor-gemborkan ke anak-anak dan orang tua,” pungkasnya (Yan)