Categories: Bangka Selatan

Realisasi PAD Bangka Selatan Baru 60 Persen, Banggar DPRD Minta Bakuda Lebih Agresif Kejar Target

TerabasNews, TOBOALI — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangka Selatan hingga awal September 2026 baru mencapai sekitar 60 persen, tertinggal sekitar enam persen dari target berkala yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Ali Muzakir, yang meminta Badan Keuangan Daerah (Bakuda) mengambil langkah lebih agresif untuk mengejar kekurangan tersebut.

Target PAD Kabupaten Bangka Selatan tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp113 miliar. Ali mengakui target tersebut cukup berat, namun bukan mustahil untuk dicapai jika pemerintah daerah mampu mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan yang ada.

“Target PAD 2026 yang ditetapkan sebesar Rp113 miliar ini nampaknya kurang realistis, namun bukan mustahil,” ujar Ali Muzakir, Jumat (4/9/2026).

Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa kegagalan memenuhi target PAD dapat menimbulkan dampak serius terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah. Sejumlah kegiatan dan belanja daerah yang pembiayaannya bersumber dari PAD berpotensi terhambat atau terhenti.

“Sebab bila tidak tercapai dampaknya sangat besar dan bisa menyebabkan segala kegiatan yang bersumber dari PAD bisa gagal bayar,” tegasnya.

Prioritas Penanganan Musim Kemarau

Selain menyoroti kinerja pendapatan daerah, Ali juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperhatikan kebutuhan masyarakat di tengah musim kemarau. Ia meminta anggaran penyediaan air bersih, termasuk pembangunan sumur bor, diprioritaskan guna menjamin kebutuhan warga.

“Kami dari Banggar berharap pemerintah memprioritaskan anggaran untuk air bersih dengan pengadaan sumur bor hingga kebutuhan air bersih untuk masyarakat dapat dipenuhi,” katanya.

Ali juga mengingatkan pentingnya antisipasi dini terhadap potensi kebakaran lahan. Meski pemerintah daerah belum mampu menempatkan mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan, keberadaan peralatan pemadam sederhana dan petugas yang siaga dinilai sangat diperlukan.

“Walaupun Pemda Basel belum bisa menyiapkan mobil damkar di setiap kecamatan, namun sebaiknya tersedia alat pemadam kebakaran dengan menempatkan pegawai damkar di setiap kecamatan, sehingga pertolongan dengan cepat dilakukan,” pungkasnya. (**)

TerabasNews

Recent Posts

Tak Sekadar Menambang, PT TIMAH Kembali Restocking 1.000 Kepiting Bakau di Kundur

TerabasNews, KUNDUR -- Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus dilakukan di wilayah operasional PT TIMAH…

2 hours ago

<em>Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Babel Perkuat Komitmen Hadirkan Layanan Kelistrikan Terbaik</em>

TerabasNews, Pangkalpinang, 16 September 2026 – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero)…

2 hours ago

Didit Srigusjaya Sorot Ketidakakuratan Data Desil, Minta Pemerintah Pusat Tunda Penggunaan Data Sementara

TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya menyoroti ketidaktepatan klasifikasi desil…

3 hours ago

Edi Nasapta Kritik Terhadap Kekacauan Pendataan Penetapan Desil Masyarakat

TerabasNews, PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi Partai NasDem, Edi…

4 hours ago

PLN dan Pelindo Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port, Resmikan Onshore Power Supply 1 MVA di Tanjung Priok

TerabasNews, Jakarta, 17 September 2026 - PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan…

4 hours ago

Empat Tahun Berjuang Melawan Kanker, Aswandi Dapat Uluran Bantuan PT TIMAH

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Hampir empat tahun Aswandi (51) warga Kota Pangkalpinang harus berjuang menghadapi kanker…

4 hours ago