Tegas dan Rasional

Reses di Bangka Tengah, Pahlivi – Mulyadi Janji Kawal Aspirasi Warga

0 273

TerabasNews, BANGKA TENGAH – Dua anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Pahlivi Syahrun dan Mulyadi, menggelar kegiatan reses Masa Sidang I di Warkop Kopi Rina Ramita, Minggu (18/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, keduanya mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Reses ini dihadiri ratusan warga dari berbagai unsur masyarakat yang dengan penuh semangat menyampaikan aspirasi demi mendorong pembangunan, khususnya di wilayah Bangka Tengah.

Pahlivi dan Mulyadi tampak antusias menyerap setiap masukan yang disampaikan warga. Keduanya pun berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan kewenangan sebagai wakil rakyat.

Menurut mereka, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, sementara anggota dewan berkewajiban menampung dan memperjuangkannya.

Beragam aspirasi disampaikan dalam kegiatan reses tersebut, mulai dari kebutuhan lampu penerangan jalan, perbaikan siring/drainase, hingga peningkatan fasilitas kesehatan di RSUD H. Abu Hanifah.

Anggota DPRD Bangka Belitung dari Komisi I, Pahlivi Syahrun, mengatakan kegiatan reses merupakan upaya anggota dewan untuk menyapa dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami menyapa masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung. Kami siap menerima seluruh aspirasi masyarakat, khususnya yang ada di Bangka Belitung,” ujar Pahlivi.

Ia menegaskan, reses juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan dan persoalan yang sedang dihadapi.

“Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan apa saja kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi saat ini. Kondisi Bangka Belitung tidak sedang baik-baik saja, ekonomi stagnan, sementara APBD tahun 2026 hanya sekitar Rp2,3 triliun,” ungkapnya.

Pahlivi berharap seluruh masukan dan saran yang disampaikan warga dapat dibahas di DPRD dan dicarikan solusi terbaik.

Sementara itu, salah satu aspirasi disampaikan oleh Kepala Desa Nibung, Astiar, yang menyoroti persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan.

“Kami menyampaikan persoalan lampu penerangan jalan desa, akses jalan desa, hingga terbatasnya fasilitas alat cuci darah di RSUD Abu Hanifah,” kata Astiar.

Ia menjelaskan, keterbatasan alat cuci darah membuat warga harus dirujuk ke Pangkalpinang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami menerima informasi bahwa alat cuci darah di RSUD Abu Hanifah masih sangat terbatas, sehingga warga harus ke Pangkalpinang untuk menjalani cuci darah,” terangnya.

Astiar berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian serius anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung.

“Kami berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.